Manajemen PSS Sleman: Retno Mundur karena Ingin Fokus Mengajar, Ableh Mundur karena Merasa Tak Mampu

Retno Sukmawati - Harian Jogja/Jumali
30 Mei 2019 16:27 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Retno Sukmawati dan Eri Febrianto akhirnya mengungkapkan alasan mereka mundur dari manajemen PSS Sleman.

Retno meletakkan jabatan Manajer PSS Sleman karena ingin fokus pada pekerjaannya sebagai guru SMPN 4 Depok, Sleman. Adapun Ableh, panggilan karib Eri Febrianto, yang sempat ditawari menjadi manajer menggantikan Retno meninggalkan posisi asisten manajer lantaran meresa tidak mampu lagi berada di Super Elang Jawa.

“PSS itu tim kecil, sudah di Liga 1 dengan target tinggi. Apalagi selama ini saya adalah orang lapangan, jadi saya memilih mundur,” ucap Ableh di hadapan awak media, Rabu (29/5) petang.

Meski tidak lagi di tim, Ableh mengharapkan PSS bisa lebih baik dalam hal tata kelola dan prestasi.

Harapan sama juga diungkapkan oleh Retno yang kini masih menjadi pemegang saham di PT PSS. “Semoga nanti perusahaan bisa menemukan orang yang cocok. Saya ingin berkonsentrasi sebagai guru, tugas profesional saya yang lain,” kata Retno.

Retno telah melayangkan surat pengunduran diri pada 3 Mei 2019 lalu kepada CEO PT PSS waktu itu, Soekeno. Namun, surat pengunduran diri Retno tidak disetujui. Walhasil, Retno pun diminta untuk tetap mendampingi tim sampai laga perdana Liga 1 2019 antara PSS Sleman dan Arema FC.

“Saya waktu itu sengaja tidak memberitahu pemain dan pelatih, karena psikologis mereka pasti terganggu. Baru saat ini saya sampaikan alasan saya mundur,” ujar dia.

Meski sempat mendampingi tim saat laga perdana melawan Arema FC, keputusan Retno sudah bulat.

PT PSS menyetujui pengunduran dirinya dalam rapat direksi beberapa waktu lalu. Kemudian, pada laga melawan Semen Padang di pekan kedua Liga 1, nama Retno Sukmawati tidak lagi tercantum dalam daftar susunan pemain dan ofisial PSS.

PT sempat menunjuk asisten manajer PSS Eri Febrianto untuk naik menjadi manajer. Akan tetapi, Ableh kemudian memilih mundur seusai pertandingan PSS Sleman melawan Semen Padang.

Mundurnya Retno dan Ableh disayangkan oleh kelompok suporter PSS, Brigata Curva Sud. Sesepuh BCS Jaguar Tominangi mengatakan kedua orang ini adalah orang yang paham dengan PSS Sleman.

“Tetapi ini sudah jadi hak mereka. Kami ingin PT cari manajer yang profesional. Bukan manajer boneka karena kewenangan manajer yang sekarang terbatas,” katanya.

Jaguar mengharapkan ke depan manajer yang ditunjuk PT diberikan kewenangan luas agar target PSS bertahan di Liga 1 mampu terwujud.

“Manajer PSS nantinya harus benar-benar punya visi membawa tim berprestasi pastinya. Saat ini, yang realistis adalah bertahan di Liga 1,” ujar dia.