Kembali Bertemu PSIM Setelah Enam Tahun, Ini Komentar Persis Solo

Agus Yuwono - Harian Jogja/Jumali
27 Mei 2019 22:17 WIB Ivan Andimuhtarom Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Derby Mataram bakal tersaji pada Liga 2 Indonesia musim 2019. PSIM Jogja dan Persis Solo bergabung di grup yang sama.

Kepastian itu didapat dalam manager meeting di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/5/2019) malam. Persis bersama PSIM dan 10 tim lain tergabung dalam grup timur. Mereka adalah Blitar United, Martapura FC, Mitra Kukar, Persatu Tuban, Persik Kediri, Madura FC, Persiba Balikpapan, Persewar Waropen, PSBS Biak, dan Bogor FC (Sulut United).

Adapun Grup Barat terdiri atas 11 tim yaitu Aceh United FC, Cilegon United FC, Perserang Serang, Persiraja, Persita Tangerang, PSCS Cilacap, PSGS Ciamis, PSMS Medan, Sriwijaya FC, PSPS Riau, dan Persibat Batang. Total peserta Liga 2 musim 2019 adalah 23 tim.

Manajer Persis, Setiawan Muhammad, mengatakan pembagian itu telah ditetapkan PSSI dalam manager meeting. Menurutnya, tak ada lagi perubahan pembagian grup. “Pembagian grup sudah fix,” ungkap lelaki yang akrab disapa Iwan itu kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Senin malam.

Derby Mataram antara Persis Solo melawan PSIM Jogja kali terakhir dimainkan di lanjutan Grup 5 DU PT LI di Stadion Manahan, Sabtu, 27 April 2013. Kala itu, kedudukan berakhir 0-0. Persis gagal membalas kekalahan 1-4 di putaran pertama di Jogja pada 26 Maret 2013.

Pertemuan dua tim tersebut selalu menjadi laga panas di kancah kasta kedua sepak bola Indonesia. Hal itu tak lain karena adanya friksi antara pendukung Persis dengan pendukung PSIM. Tak jarang, meski kedua tim tak bertemu langsung, konflik antarsuporter terjadi.

Kasus terakhir adalah meninggalnya seorang penikmat dan pecinta sepak bola asal Klaten, Muhammad Asadullah Alkhoiri, 19, meregang nyawa setelah terkena lemparan batu dari oknum yang belum diketahui, Sabtu (19/1) malam. Pemuda asal Klaten itu pulang dari menonton pertandingan persahabatan antara PSS Sleman melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogja, Sabtu sore. Diduga, pelaku pelemparan adalah suporter PSIM Brajamusti yang mengira sang korban adalah salah satu pendukung Persis.

Menyikapi kemungkinan panasnya laga antardua tim, Iwan mengatakan sudah bersepakat dengan PSIM untuk meredakan friksi antarsuporter. Kedua belah pihak akan mengajak masing-masing suporter untuk berdamai.

“Musim ini, kami sepakat berdamai dengan PSIM untuk sama-sama memajukan sepak bola Tanah Air,” kata dia.

Pelatih Persis, Agus Yuwono (AY), mengatakan anak asuhnya siap menghadapi seluruh tim yang berpartisipasi di Liga 2 musim ini, termasuk menghadapi PSIM. Menurutnya, Persis tak mungkin mundur meski laga melawan PSIM dipastikan panas di dalam dan luar lapangan.

“Satu grup tak apa-apa. Masa kami menghindar? Kalau kami enggak siap [bertemua PSIM], mengapa harus latihan susah-susah,” kata dia.

Ia juga tak pilih-pilih lawan di grup timur. Menurutnya, semua lawan harus dihadapi dengan serius. Persis tak boleh meremehkan satu tim mana pun agar tidak terlena.

“Kami mewaspadai semua tim. Kalau pilih-pilih, kami bisa terlena. Bagi Persis, semua pertandingan adalah seperti pertandingan final. Musuh terbesar sebuah tim adalah kelengahan,” ujar dia..

Kick off Liga 2 akhirnya mundur menjadi 22 Juni 2019. Sebelumnya, kick off dijadwalkan bergulir 15 Juni 2019.

Sumber : JIBI/Solopos