Gelar Juara Bundesliga Akan Jadi Kado Perpisahan Robbery

Arjen Robben - Reuters/Michael Dalder
18 Mei 2019 10:57 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Arjen Robben dan Franck Ribery punya andil sangat besar atas kesuksesan Bayern Munchen selama kurang lebih satu dekade ini. Robben menjalani 10 musim bersama Die Roten dengan memenangi tujuh gelar dan menyumbang 98 gol. Adapun  Ribery ikut membawa Bayern meraup delapan trofi plus berkontribusi terhadap 85 gol sepanjang 12 musim.

Robben dan Ribery pun menjelma menjadi duo sayap paling berhaya dalam sejarah Bayern. Duet sayap yang dikenal dengan julukan Robbery ini kerap bekerja sama untuk "merampok" poin dari lawan-lawan mereka.

Namun, masa keemasan Robbery ada batasnya. Musim ini, menjadi musim terakhir bagi Robben maupun Robery bersama Die Roten. Pertandingan penentu gelar Bundesliga yang dilakoni Bayern melawan Eintracht Frankfurt di Allianz Arena, Munich, Sabtu (18/5/2019) pukul 20.30 WIB, bakal menjadi penampilan pamungkas  Robbery dengan klub raksasa Bavaria.

Tentu Robben dan Ribery menginkan kado manis dalam laga perpisahan tersebut, yakni dengan mengangkat mahkota Bundesliga untuk kali kedelapan secara beruntun. "Saya sudah katakan berkali-kali, saya sangat bangga menjadi bagian dari klub ini dan menjadi bagian dari segalanya!" ujar Robben, seperti dikutip bundesliga.com, Jumat (17/5/2019).

"Ketika saya tiba di klub ini pada 2009, kami, sebagai klub, tidak sejauh ini, dan saya tidak hanya mengatakan itu di lapangan, namun juga di luar lapangan. Peningkatan klub ini luar biasa! Peluang kami untuk berjaya membuatku sangat bangga," imbuhnya.

Masa-masa manis dan pahit telah dilewati  Robbery bersama Bayern. Salah satu momentum manis terukir ketika mereka menjadi bagian dari skuat Bayern yang meraih treble winner pada 2012/2013. Sedangkan momentum pahit antara lain mereka rasakan ketika kalah drama adu penalti dari Chelsea pada final Liga Champions 2011/2012.

Keberadaan Roberry sudah dianggap mampu merevolusi gaya permainan Bayern. Die Roten kerap mengandalkan serangan cepat dari sayap sejak mereka bergabung ke Allianz Arena. "Sebelumnya gaya permainan Bayern benar-benar berbeda. Mereka masih sebagai klub besar dengan nama-nama besar. Ketika Arjen, dan saya, serta beberapa pemain tiba di klub, kami membawa klub ini lebih cepat dan dimanis, ada perbedaan gaya," ungkap Ribery.

Sebelum benar-benar meninggalkan Bayern, Robbery telah memiliki penerus mereka di sayap. Mereka tidak lain Serge Gnabry dan Kengsley Coman. "Mereka sangat bagus! Talenta hebat! Mereka masih sangat muda, sehingga masih berpotensi berkembang," lanjut Ribery.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia