Bawa Lazio Juarai Coppa Italia, Inzaghi Tak Yakin Masa Depannya di Lazio

Simone Inzaghi - Reuters/Alberto Lingria
16 Mei 2019 16:52 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Simone Inzaghi sukses mempersembahkan gelar Coppa Italia 2018-2019 untuk Lazio. Namun, masa depan adik mantan bomber legendaris Filippo Inzaghi ini masih remang-remang.

Lazio meraih titel Coppa Italia untuk kali ketujuh setelah mengalahkan Atalanta 2-0 pada final di Stadion Olimpico, Roma, Kamia (16/5/2019) dini hari WIB. Sergej Milinkovic-Savic mencetak gol di menit ke-82 dan Joaquin Correa menggandakan keunggulan pada menit ke-90. Kali terakhir Lazio menjadi juara Coppa Italia adalah pada musim 2012-2013 ketika masih ditangani Vladimir Petkovic.

“Ini adalah malam yang sangat menakjubkan, apalagi final digelar di stadion kami,” ujar Inzaghi dalam konferensi pers dikutip Football Italia.

“Pertandingan berjalan sangat intens dan kami bermain sangat baik di babak kedua. Kami layak mendapat kemenangan ini karena sudah bekerja keras selama tiga musim dan malam ini harus kami nikmati.”

Inzaghi juga setuju dengan Gian Piero Gasperini yang menyebut Atalanta layak mendapat hadiah penalti setelah bola sepakan Marten de Roon mengenai tangan Bastos.

“Ya, saya akui itu seharusnya penalti. Tetapi saya juga harus mengatakan Andrea Masiello [bek kanan Atalanta] seharusnya diganjar kartu mereja atas pelanggaran kerasnya terhadap Correa.”

Keberhasilan di Coppa Italia tak menjamin posisi Inzaghi sebagai allenatore Lazio. Musababnya, Lazio tampil buruk di Serie A. Hingga giornata ke-36 musim ini, Aquilotti masih tertahan di peringkat kedelapan. Di sisi lain, Atalanta malah bercokol di peringkat keempat dan berpeluang besar ke Liga Champions. Jika saja gagal menjuarai Coppa Italia, Lazio bahkan terancam tak bisa berkompetisi di Eropa musim depan.

Inzaghi, yang menjadi striker Lazio selama sebelas musim dari 1999 sampai dengan 2000, merasa masa depannya tak pasti.

“Saya sudah menjadi keluarga besar Lazio sejak 1999, baik sebagai pemain maupun pelatih. Ada saat-saat ketika saya merasa terlindungi. Tetapi saat ini saya tahu ada yang membuat kritik serampangan, meski ada juga yang mencoba berpikir konstruktif.”