Kalah di Coppa Italia, Pelatih Atalanta Menyebutnya sebagai Skandal

Gian Piero Gasperini - Reuters/Alberto Lingria
16 Mei 2019 16:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Atalanta gagal menjuarai Coppa Italia 2019 setelah tumbang 0-2 di tangan Lazio pada final di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (16/5/2019) dini hari WIB. Pelatih Atalanta menyebut kekalahan itu sebagai skandal karena timnya tak mendapat penalti yang menurut dia semestinya diperoleh.

Atalanta kebbolan dua gol di sepuluh menit terakhir, lewat Sergej Milinkovic-Savic di menit ke-82 dan Joaquin Correa di menit ke-90.

“Kami punya dua peluang bagus di babak pertama, keduanya digagalkan mistar, kemudian di babak kedua mereka mencetak gol,” ujar Gaseperini kepada Rai Sport.

Gasperini berang karena timnya tidak mendapat penalti. Bola tendangan Marten de Roon mengenai tangan Bastos. Namun, wasit Luca Banti mengabaikan insiden tersebut dan tak mengevaluasi situasi lewat VAR.

“Ini sangat serius, bola itu bisa saja gol. Insiden ini selayaknya dilihat melalui VAR. Ini sangat tidak adil dan tak bisa diterima. Ini skandal.”

“Kami menerima kekalahan ini. Lazio adalah tim yang baik, tetapi insiden tersebut benar-benar tidak bisa diterima. Saat melihat tayangan ulang, saya sangat marah karena dari bangku cadangan saya tak melihatnya.,” ucap Gasperini.

Menurut dia, ada 21.000 suporter Atalanta yang melihat final dan keputusan Luca Banti mengabaikan insiden tersebut sangat melukai perasaan fans.

“Jika saja tidak ada VAR, keputusan wasit bisa dimengerti. Tetapi saat ini, ketika VAR sudah digunakan, tentu saja ini tidak adil.”