Puluhan Provokator Diamankan Saat Ricuh Laga PSS vs Arema FC di Maguwoharjo

Aparat berjaga mengamankan Liga 1 2019 antara PSS Sleman vs Arema FC, Rabu (15/5/2019) malam, di Stadion Maguwoharjo, Sleman. - Harian Jogja/Gigih Hanafi
16 Mei 2019 06:47 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Kericuhan terjadi di laga pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman versus Arema FC yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/5/2019). Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Refrizal mengatakan kericuhan terjadi karena ulah provokator.

Kericuhan terjadi antara oknum suporter PSS dengan suporter Arema. Kedua kubu suporter tersebut saling lempar yang membuat jalannya pertandingan sempat dihentikan kurang lebih 30 menit ketika pertandingan memasuki menit 29.

Saat itu, kedua tim bermain sama kuat 1-1. Meski rusuh, pertandingan tetap dilanjutkan hingga selesai di mana PSS memenangi laga dengan skor akhir 3-1.

"Tadi kita sudah putuskan dan rapatkan, ada 10 sampai 20 provokator, dimulainya dari sebelum pertandingan. Tapi setelah 10-20 provokator diamankan, aman-aman saja," kata Refrizal ditemui usai pertandingan.

"Kita tadi undang dari kedua belah pihak, dari manajer Arema, pihak panitia, tadi juga ada BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia], dan semuanya lancar," tambahnya.

"Tentu sangat menyayangkan dengan adanya kerusuhan ini. Sepak bola harusnya menjadi hiburan, bukan jadi kerusuhan. Sangat disayangkan karena kita kan satu bangsa," ungkapnya.

Lebih lanjut, Refrizal tidak menyalahkan suporter yang saling bertikai. Ia berharap pihak keamanan bisa lebih serius lagi dalam mengamankan jalannya pertandingan.

"Semoga keamanan kita bisa lebih bagus lagi. Kita tidak bisa menyalakan suporter tapi ada provokatornya tadi," pungkasnya.

Sumber : Suara.com