Diwarnai Kericuhan, PSS Bekuk Arema FC 3-1

Aparat berjaga mengamankan Liga 1 2019 antara PSS Sleman vs Arema FC, Rabu (15/5/2019) malam, di Stadion Maguwoharjo, Sleman. - Harian Jogja/Gigih Hanafi
16 Mei 2019 04:37 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman sukses mengawali kiprahnya di Liga 1 2019 dengan meraih poin penuh atas Arema FC,Rabu (15/5/2019) malam, di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Meski menang dengan skor 3-1 atas Singo Edan, namun pertandingan kedua kesebelasan sempat dihentikan selama 45 menit pada menit ke-30 babak pertama.

Penghentian laga pembuka kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air ini dilakukan menyusul kericuhan antara suporter kedua kesebelasan saat laga berlangsung.

Kericuhan antarsuporter sendiri sudah dimulai saat sesi pemanasan dari kedua kesebelasan. Suporter PSS di sisi selatan sempat saling memprovokasi dengan Aremania yang ada di tribun barat atas. Beberapa kali lemparan pecahan keramik pun tidak terhindarkan.

Kericuhan suporter sendiri sempat mereda sesaat usai PSS Sleman unggul 1-0 melalui gol Brian Ferreira di menit ke-2. Brian yang berdiri bebas langsung meneruskan bola tendangan sudut yang dilesakkan oleh Haris Tuharea.

Namun keunggulan ini tidak bertahan lama setelah Silvio Comvalius menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai menyundul bola umpan dari Makan Konate di menit ke-30.

Usai kedudukan berubah menjadi 1-1, kericuhan antarsuporter kembali tidak terhindarkan. Kali ini bentrokan tidak hanya terjadi di sisi selatan, namun juga utara. Karena beberapa lemparan pecahan keramik masuk ke lapangan, alhasil, pertandingan dihentikan sementara sambil menunggu kericuhan antarsuporter ditangani oleh pihak keamanan.

Setelah laga dihentikan selama 45 menit, pertandingan antara PSS melawan Arema kembali dilanjutkan. Kedua kesebelasan pun  langsung tampil menekan. PSS sempat memiliki peluang unggul melalui Brian Ferreira.

Tetapi, tendangan dari pemain bernomor punggung 32 ini masih melebar dari  gawang kiper Arema. Sementara peluang juga didapatkan oleh Arema FC melalui Silvio Comvalius.

Penyerang jangkung ini sudah berhadapan dengan kiper PSS, namun sepakannya masih meleset dari target. Hingga tambahan waktu semenit babak pertama selesai skor tetap 1-1 untuk kedua kesebelasan.

Masuk babak kedua Arema langsung tampil menekan. Beberapa kali peluang didapatkan melalui kaki Comvalius. Tetapi, lagi-lagi sepakan dari pemain asing ini masih jauh dari target.

Sebaliknya, PSS yang memanfaatkan serangan balik, mampu unggul 2-1 melalui kaki Yevhen Bokasvili di menit ke-57. Penyerang asal Ukrainaini berhasil meneruskan bola silang dari Brian Ferreira.

Tertinggal 2-1 membuat Arema tampil menekan. Namun, beberapa peluang yang didapatkan melalui Makan Konate masih jauh dari harapan.

Sementara peluang PSS untuk memperlebar keunggulan melalui KH Yudo dan Dave Mustaine juga jauh dari harapan. Beberapa kali, penyerang asal Malang Ini berhadapan dengan kiper Arema FC namun belum mampu mengubah Kedudukan.

PSS sendiri baru mampu memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui sepakan Rangga Muslim di menit ke-82. Rangga yang baru dimasukkan langsung berlari dan meneruskan umpan dari Yevhen Bokhasvili. Hingga akhir babak kedua selesai skor tetap 3-1 tetap bertahan hingga akhir laga.

Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri menyayangkan adanya gesekan antarsuporter yang terjadi pada pertandingan kali ini. Sebab, laga kali ini merupakan laga pembuka.

“Ada provokasi seperti ini, kalau lemparan botol itu sudah biasa. Harapannya pertandingan bisa dilanjutkan kembali,” ucap Kapolda.