Curang, Manchester City Terancam Tak Bisa Tampil di Liga Champions

Manchester City - Reuters/Phil Noble
15 Mei 2019 03:47 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Manchester City dibayangi sanksi berat dari UEFA karena tuduhan pelanggaran Financial Fair Play (FFP).

Otoritas sepak bola Eropa, UEFA, meneruskan investigasi dugaan pelanggaran aturan FFP yang dilakukan The Citizens  hanya selang sekitar sehari setelah anak asuh Josep "Pep" Guardiola menyegel titel Liga Primera 2018/2019, Minggu (12/5/2019). City terancam sanksi larangan tampil selama semusim di Liga Champions.

Meski begitu, seperti dilansir bbc.com, Selasa (14/5/2019), UEFA melalui Chief Investigator, Yves Leterme, belum membuat keputusan tetap terkait sanksi yang mengancam City jika terbukti melanggar aturan FFP. Mantan perdana menteri Belgia itu disebut-sebut akan menurunkan rekomendasinya pada pekan ini. Rencana investigator UEFA untuk menekan City agar transparan dengan mengancam sanksi larangan bertanding ke Liga Champions itu diungkap media The New York Times.

Sementara itu, seperti dikutip dailymail.co.uk, sumber orang dalam UEFA menyebut sanksi itu tidak akan diterapkan sebelum musim 2020/2021. Pendukung The Citizens pun bisa bernapas lega karena musim depan David Silva dkk. tetap menjadi kontestan di turnamen sepak bola paling elite di Eropa tersebut.

Sebenarnya apa yang membuat City terjerat ancaman sanksi? Tahun lalu, koran Jerman, Der Spiegel, mengungkap beberapa dugaan pelanggaran FFP yang dilakukan oleh klub yang dipimpin miliader asal Abu Dhabi, Khadoon Al Mubarak tersebut. City diduga melanggar FFP dengan cara mengakali pemasukan sponsor bernilai multi-jutaan paun.

Pihak City sejak jauh-jauh hari telah membantah tuduhan itu. Namun, kubu UEFA belum berkomentar dan terus melanjutkan investigasi mereka. City sontak kembali membuat respons tegas setelah adanya ancaman larangan ke Liga Champions. Mereka akan melakukan segala cara untuk mencegah hukuman tersebut. Pihak City juga berancang-ancang melakukan banding ke Badan Arbitrasi Olahraga Dunia jika terkena sanksi tersebut.

"Manchester City benar-benar kooperatif CFCB IC [Komite Investigasi Badan Kontrol Finansial Klub di UEFA] atas investivasi yang mereka lakukan. Jadi klub bergantung pada kemandirian CFCB IC dan komitmen atas proses yang mereka lakukan. Laporan The New York Times mengutip 'orang-orang familiar dengan kasus' itu menjadi kewaspadaan kami," jelas pernyataan City kemarin, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk. 

Sumber : JIBI/Solopos