Agresivitas Liverpool Singkirkan Si Lembek Barcelona

Liverpool - Reuters/Lee Smith
08 Mei 2019 04:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Liverpool bermain luar biasa dan mengalahkan Barcelona 4-0 pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018-2019 di Stadion Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. The Reds sukses melaju ke final dengan agregat gol 4-3.

Divock Origi yang biasanya menjadi cadangan Roberto Firmino mencetak dua gol. Giorginio Wijnaldum yang memulai laga sebagai pemain pengganti juga mencetak dua gol.

Seperti di leg pertama, Liverpool bermain sangat agresif dan tak memberi Barcalona ruang untuk berkembang. Semua pemain Liverpool adalah petarung yang sangat gigih mengejar dan merebut bola. Kapten Jordan Henderson dan bek kiri Andrew Robertson menjadi representasi keberanian tim pujaan Kopites. Meski terkapar dan mengerang kesakian di babak pertama, mereka tak menyerah dan bermain dengan determinasi tinggi sepanjang laga.

Sementara, tak seperti di Camp Nou pada semifinal pertama, Barca benar-benar mati kutu. Lionel Messi bermain sangat buruk dan tak berkutik karena dikawal ketat oleh Fabinho. Sepanjang 90 menit, Messi empat kali kehilangan bola.

Messi layak jadi kambing hitam karena di menit ke-10 menyia-nyiakan peluang emas. Messi terlalu lama menggocek bola meski tinggal berhadapan dengan Alisson Becker. Akibatnya, bola dicuri Joel Matip dan Barca gagal menyamakan kedudukan. Tiga menit sebelumnya, Divock Origi menjebol gawang Marc Andre ter Stegen setelah menyambar bola muntah tembakan Jordan Henderson.

Babak kedua benar-benar menjadi ladang pembantaian Barcelona. Liverpool mencetak dua gol dalam dua menit, yakni menit ke-54 dan 56 lewat Giorginio Wijnaldum. Selanjutnya The Reds bermain disiplin dan agresif, sedangkan Barcelona bermain terlalu santai ceroboh. Barcelona bak tim kacangan yang manja dan tak sadar bermain menghadapi siapa.

Di menit ke-79, kelengahan Blaugrana dihukum kecerdikan The Reds. Trent Alexander Arnold secara pintar melepaskan umpan sepak pojok ketika pemain Barca masih bersiap menggalang pertahanan. Bola menuju ke kaki Origi dan langsung diteruskan ke gawang Ter Stegen. Liverpool unggul 4-0 dan selanjutnya menjaga wilayah mereka dengan cemerlang.

Barca tak mampu membongkar barikade pertahanan yang disusun secara rapi berbasis agresivita. Messi, yang sangat berkilau di leg pertama, terkubur karena bermain terlalu lembek dan gampang kehilangan bola.

Liverpool mengakhiri laga dengan skor telak 4-0, membalikkan ketertinggalan 0-3 di Camp Nou. Anak asuh Jurgen Klopp sangat layak bermain di final, sedangkan pemain-pemain yang dilatih Ernesto Valverde bahkan tak pantas bermain di semifinal karena bermain sangat jelek.