Faktor Eks PSS, Salah Satu Alasan Budigol Bergabung dengan Persis

Pemain PSS Sleman Slamet Budiyono (kiri) berebut bola dengan pemain Blitar United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/7/2018) malam. - Harian Jogja/Jumali
07 Mei 2019 22:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Keluarga dan kedekatan dengan sesama eks pemain PSS menjadi salah satu faktor utama bagi Slamet Budiyono untuk menjatuhkan pilihannya pada Persis Solo.

Mantan penyerang sayap PSS Sleman dan Sriwijaya FC ini mengaku ingin lebih dekat dengan kakek-neneknya di Boyolali. Keseriusan Persis juga membuatnya kian yakin untuk meniti karier di Kota Bengawan.

Informasi yang dihimpun JIBI, pemain 26 tahun ini bertolak ke Kota Solo dari Palembang pada Rabu (8/5/2019) malam. Keesokan harinya pemain berjuluk Budigol itu akan langsung menjalani tes medis. Jika tak ada halangan kesehatan, Slamet Budiyono bakal segera meneken kontrak dengan Laskar Sambernyawa di hari yang sama.

Budi mengakui Persis menjadi tim yang paling intens mendekatinya. Dia pun mantap hijrah ke Laskar Sambernyawa meski sempat dilirik PSIM Jogja, Badak Lampung FC, dan klub lamanya, Sriwijaya FC. “Saya menghargai keseriusan Persis. Di sini saya juga punya banyak teman yang pernah main satu tim [Ilhamul Irhaz dan Jodi Kustiawan yang sama-sama pernah berbaju PSS],” ujar Budi saat dihubungi JIBI, Selasa (7/5/2019).

Alasan keluarga kian menguatkan keinginan Budi merapat ke Laskar Sambernyawa. Dia mengaku pilihannya ke Persis tak lepas dari saran sang ibu. Dengan bermain di Persis, Budi bisa lebih dekat dengan kakek-neneknya yang berdomisili di Boyolali. “Lebih gampang untuk mengunjungi keluarga,” ujar pemain yang bisa tampil sebagai penyerang tengah itu.

Manajer Persis, Setiawan Muhammad, membenarkan Slamet Budiyono bakal bertolak ke Solo Rabu. Dia berharap kehadiran Budigol dapat menjadi solusi alternatif di lini depan Persis. “Pengalamannya malang melintang di klub besar seperti PSS dan Sriwijaya FC tak diragukan lagi. Semoga Slamet Budiyono bisa memberi efek instan untuk ketajaman tim,” ujar Iwan, sapaan akrabnya.

Slamet Budiyono menyusul dua mantan penggawa Super Elang Jawa yang telah merapat sebelumnya yakni Jodi Kustiawan dan Ilhamul Irhaz.

Sumber : JIBI/Solopos