Preview Liverpool Vs Barcelona: Misi Terbesar adalah Menghentikan Messi

Lionel Messi - Reuters/Albert Gea
07 Mei 2019 16:22 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi menunjukkan aksi menawan ketika membawa Barcelona melumat Liverpool 3-0 pada leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, tengah pekan lalu. Liverpool punya pekerjaan besar untuk memadamkan sihir Messi ketika menjamu Barcelona di Stadion Anfield pada leg kedua semifinal, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB.

Sebuah petisi diunggah seorang fans, berisi desakan kepada UEFA agar mengukum Lionel Messi bertanding di Liga Champions pada laman change.org sejak beberapa waktu lalu. Dalam petisi itu Messi dianggap layak mendapat sanksi karena meninju gelandang Liverpool, Fabinho, sebelum mengeksekusi hadiah free-kick pada leg pertama semifinal Liga Champions di Camp Nou, tengah pekan lalu.

"Jadi pada dasarnya, Messi mendapat hadiah tendangan bebas setelah memukul Fabinho, di kepalanya, kemudian dia mencetak gol, saya merasa ini perlu ditinjau UEFA," tulis dalam petisi itu.

Sekitar dua hari sebelum Liverpool gantian menjamu Barcelona pada leg kedua di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (8/5/2019) pukul 02.00 WIB (disiarkan langsung RCTI), petisi itu telah ditanda tangani sekitar 14.687 orang. Entah apakah mayoritas yang menanda tangani petisi itu adalah fans Liverpool atau bukan. Yang pasti, Messi benar-benar menjadi momok bagi Liverpool. Sehingga bakal menjadi keuntungan besar bagi tim asal Merseyside ini apabila Messi dilarang tampil pada leg kedua nanti.

Pada leg pertama lalu, Messi benar-benar menjadi pembeda dalam duel di Camp Nou. Liverpool yang menguasai pertandingan tetap tak kuasa menahan sihir La Pulga, julukan Messi. Pemain asal Argentina itu mencetak brace, salah satunya lewat free-kick dari jarak 28 meter dengan kecepatan 89 km per jam yang menghujam ke pojok kanan atas gawang Liverpool yang dikawal Alisson Becker.

"Kami akan membikinkan 10 patung  [Messi] di luar Camp Nou," ujar Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, ketika ditanya apakah Barca akan membangun patung untuk Messi, beberapa waktu lalu.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengakui aksi Messi tak bisa diprediksi. Serapi apa pun taktik yang diusung pelatih asal Jerman itu untuk Liverpool, timnya tetap tak berdaya menghalau sihir individual dari Messi. Namun, Klopp tentu tak ingin magis La Pulga terulang di Anfield.

Liverpool tak mustahil bisa mencetak tiga gol ke gawang Barca jika melihat rentetan kreasi peluang yang ditorehkan Saido Mane dkk. di Camp Nou lalu. Masalahnya, gol-gol bisa mubazir jika gawang Alisson kebobolan gol Messi di Anfield. Karena Barca bisa memanfaatkan keunggulan produktivitas gol tandang yang tak dimiliki The Reds ketika berkunjung ke Camp Nou.

"Dia [Messi] mungkin pemain terbaik di planet ini. Jujur, kami membuat mereka [Barca] terdiam kira-kira 88 menit selama pertandingan itu [di Camp Nou]. Namun kali ini kami harus konsentrasi 90 menit, khususnya melawan Messi," jelas bek Liverpool, Trent Alexander Arnold, seperti dilansir uefa.com, Senin (6/5/2019).

Bek sentral Liverpool, Virgil van Dijk, kali ini harus benar-benar berada dalam performa terbaiknya. Peraih gelar PFA Players' Player of the Year tersebut gagal membendung Messi pada leg pertama.  Van Dijk siap memimpin Liverpool meraih clean sheet kali kelima secara beruntun di Anfield pada  Liga Champions ketika menjamu Barca. Pertandingan di Anfield sendiri cukup istimewa bagi bek jangkung asal Belanda itu karena menjadi penampilan ke-50 dirinya di kompetisi milik UEFA.

Sementara di lini serang, Liverpool kehilangan dua amunisi terbaiknya, Roberto Firmino dan Mohamed Salah yang cedera. Klopp mengonfirmasi Salah tidak bisa turun di Anfield setelah menderita cedera ketika membantu Liverpool menundukkan Newcastle United 3-2 di Liga Premier, Minggu (5/5/2019) dini hari WIB. Satu-satunya anggota trisula Liverpool yang tersisa yakni Sadio Mane. Beruntung penyerang asal Senegal ini memiliki statistik oke, dengan mencetak 11 gol dalam 11 laga  kompetitif terbarunya di Anfield.

"Kami harus menuntaskan situasi dan mencetak gol dari peluang-peluang yang kami peroleh," ujar Klopp menggapi absennya Firmino dan Salah.

Sementara itu, Barca kehilangan Ousmane Dembele dalam lawatan mereka ke Anfield karena cedera. Tapi Pelatih Barca, Ernesto Valverde, masih memiliki beberapa stok untuk mengisi sisi kiri serangan timnya. Salah satunya dengan memainkan mantan pemain kesayangan publik Anfield, Philippe Coutinho.

"Anda tidak bisa menggambarkan Anfield dengan kata-kata. Hanya orang-orang yang pernah berada di sana dan punya pengalaman yang tahu seperti apa emosi bermain dan menikmati atmosfer di sana. Laga nanti akan sangat spesial," ujar Coutinho.