Preview Manchester City Vs Leicester City: Tancap Gas Menuju Trofi

Josep Guardiola - Reuters/Jon Super
06 Mei 2019 18:32 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan dramatis Liverpool di markas Newcastle United memastikan gelar Liga Premier 2018/2019 akan ditentukan pada pertandingan terakhir yang digelar serentak, Minggu (12/5/2019) mendatang.

Liverpool berbalik unggul dua poin atas pesaing mereka di pacuan juara, Manchester City, setelah menjinakkan Newcastle 3-2 di St. James Park, Minggu (5/5/2019) dini hari WIB. Kini, tekanan beralih kepada The Citizens. Pasukan besutan Josep "Pep" Guardiola dituntut menang saat meladeni Leicester di Etihad Stadium, Selasa (7/5/2019) pukul 02.00 WIB (disiarkan langsung MNCTV dan Bein Sports 1), demi bisa kembali ke puncak klasemen sebelum matchday penutup.

Namun, memetik poin penuh melawan The Foxes, julukan Leicester, tak semudah membalikkan telapak tangan. Performa Leicester semakin oke sejak dibesut Brendan Rodgers pada awal Maret lalu. Di tangan Rodgers, The Foxes menyapu lima kemenangan dalam delapan pertandingan di Liga Premier. Salah satunya, dengan melumat Arsenal 3-0 di King Power Stadium, Minggu (28/4) lalu.

"Saya pikir Brendan menunjukkan kualitas luarbiasa sebagai seorang manajer, dengan didukung fakta hanya dalam dua bulan mereka bisa bermain dengan cara yang diinginkan Brendan. Semua orang tahu posisi mereka, pergerakan dengan koordinat yang bagus dan mereka punya kualitas hebat di depan. Mereka punya pemain depan seperti [Harvey] Barnes, [Demarai] Gray, [James] Maddison, [Marc] Albrighton yang bisa berlari cepat," ujar Guardiola, seperti dilansir independent.co.uk, Minggu.

City juga tak boleh meremehkan fakta bahwa Rodgers berstatus sebagai mantan pelatih Liverpool. Pelatih asal Irlandia Utara ini nyaris menghentikan paceklik gelar Liga Premier bagi Liverpool sejak 1990 saat masih menakhodai tim asal Merseyside itu pada musim 2013/2014. Sayangnya, Rodgers gagal karena insiden terpelesetnya kapten Liverpool, Steven Gerard, ketika melawan Chelsea pada matchweek ke-35, yang sekaligus memberi angin segar bagi City meraih juara lima tahun lalu. Nah, apakah Rodgers bisa menebus kegagalannya memberi trofi Liga Premier secara langsung kepada Liverpool dengan cara memanfaatkan Leicester menaklukkan City?

"Wajar suporter Liverpool melihat kemungkinan peluang [Leicester menundukkan City]. Karena performa terbaru kami dan bagaimana kami bermain belakangan ini, mereka jadi melihat ada peluang itu dan dengan para pemain yang kami miliki, kami bisa melihat kemungkinan itu," jelas Rodgers, seperti dikutip express.co.uk.

Leicester merupakan satu dari empat tim yang mampu mengalahkan City di Liga Premier musim ini. Pada final Piala Liga, Desember lalu, mereka juga memaksa anak asuh Guardiola meraih trofi lewat drama adu penalti. Tapi dalam dua perjumpaan terakhir di Etihad, City selalu menang. Bahkan, duel terbaru di markas City berakhir dengan kemenangan empunya rumah secara telak 5-1.

City dan Leicester sama-sama memiliki bomber andalan. The Citizens mengandalkan Sergio Aguero yang moncer dengan 15 gol di Etihad musim ini. Jika mampu merobek gawang Leicester malam nanti, dia akan menyamai rekornya ketika mengoleksi 16 gol kandang pada 2011/2012. Sedangkan Leicester mengandalkan Jamie Vardy yang kerap menjadi momok big six. Sejak debutnya di Liga Premier pada 2014/2015, tak ada yang mampu menandingi kesaktian Vardy merobek gawang big six, yakni 31 kali.

Sumber : JIBI/Solopos