Mental Liverpool di Liga Premier Bisa Berantakan akibat Kekalahan dari Barcelona

Kapten Liverpool Jordan Henderson (kiri) dan bek kiri Andrew Robertson seusai timnya dibekuk Barcelona. - Reuters/Albert Gea
04 Mei 2019 08:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Kekalahan 0-3 Liverpool dari Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions 2018-2019 di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB lalu bisa merusak mental The Reds dalam perburuan gelar Liga Premier.

Saat ini Liverpool masih tertinggal satu poin dari Manchester City di papan klsemen sementara dengan dua laga sisa. Liverpool hanya punya waktu dua hari untuk istirahat sebelum melawat ke markas Newcastle United, Minggu (5/5/2019) dini hari pukul 01.45 WIB nanti, sedangkan City baru akan menjamu Leicester City, Selasa (7/5/2019).

Situasi kian rumit karena Liverpool terancam kehilangan Naby Keita hingga akhir musim setelah cedera saat melawan Barca. Gelandang asal Guinea itu cuma tampil 24 menit lantaran ditekel Ivan Rakitic. Dilansir ESPN, Keita mengalami masalah pada pangkal pahanya dan kemungkinan akan absen di sisa pertandingan musim ini.

Hal itu jelas kabar buruk mengingat sang pemain sedang tampil oke sebulan terakhir dengan torehan tiga gol. Eks pemain RB Leipzig itu juga kian nyetel dengan lini tengah Liverpool. Buktinya ketika Keita digantikan Jordan Henderson, Liverpool langsung kebobolan oleh gol Luis Suarez.

Secara khusus, tekanan mental tampaknya bakal mengarah pada Virgil van Dijk. Bek yang baru saja dianugerahi gelar PFA Player of The Year ini dianggap keteteran saat mengawal pergerakan Lionel Messi sehingga membuat timnya kebobolan tiga gol. Dalam suatu momen yang terekam kamera, pemain Belanda ini kedapatan meminta tolong pada rekannya setelah gagal menyetop Messi sendirian. Gol pertama Barca yang dicetak Suarez juga dianggap tak lepas dari kelengahan van Dijk.

Situasi ini seperti mengulangi momen saat van Dijk masih berseragam Celtic, Desember 2013. Ketika itu, bek jangkung ini juga tak mampu membendung agresivitas Barca sehingga Celtic kalah telak 1-6. Meski demikian, van Dijk mengklaim Liverpool harus tetap bangga karena lawan yang mereka hadapi adalah tim terbaik dunia.

Dia menilai semuanya masih bisa terjadi dalam leg II di Anfield. “Kami tidak akan pernah menyerah, kami menunjukkannya hari ini bahwa kami bisa menciptakan peluang bagus melawan Barca,” ujarnya. 

Sumber : JIBI/Solopos