Kalahkan PSIS 1-0, Banyak PR Menanti PSS Sleman

Pesepak bola PSS Sleman Brian Ferreira melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang PSIS Semarang pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (30/4/2019) malam. - Harian Jogja/Jumali.
01 Mei 2019 20:17 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah pekerjaan rumah masih menghantui PSS Sleman jelang kick off Liga 1 2019, 15 Mei mendatang.

Hal ini terlihat dari banyaknya kesalahan dan kekurangan PSS Sleman usai laga uji coba melawan PSIS Semarang, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (30/1/2019) malam. Meski menang 1-0 dari tim Mahesa Jenar melalui tendangan dari Brian Ferreira di menit ke-43, namun penampilan Bagus Nirwanto dan kawan-kawan masih kurang.

"Memang ada peningkatan greget dan motivasi, tetapi masih ada evaluasi di sana. Salah satunya cepat hilang bola, minimnya peluang. Ini mungkin salah satunya di sana. Nanti coba kami perbaiki," kata pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro usai pertandingan.

Selain minim peluang dan cepat hilang bola, pelatih asal Kalasan ini juga melihat kreativitas permainan dari anak asuhnya masih minim. Utamanya di lini tengah. Padahal, sama dengan saat uji coba sebelumnya melawan Badak Lampung FC, pada laga persahabatan melawan PSIS Semarang, Seto kembali memasang Brian Ferreira dan Guilherme Felipe "Batata" de Castro di lini tengah.

Namun, kreativitas dari permainan yang ditunjukkan duet pemain asing ini masih minim. Selain itu, dari sektor sayap, tidak banyak tusukan diperlihatkan. Padahal, sektor ini selama ini menjadi ciri khas penyerangan dari PSS Sleman.

"Ke depan, kreativitas di lini tengah ini yang harus kami perbaiki. Batata dan Brian ada peningkatan, tetapi belum seperti yang saya mau. Cara bermainnya harus saya ubah sedikit," imbuh Seto.

Alhasil, dengan minimnya kreativitas ini berdampak kepada minimnya suplay bola ke Yevhen Boskhavili. Penyerang asal Ukraina beberapa kali harus turun jauh ke dalam untuk menjemput bola. Padahal, Yevhen dipasang sebagai target man di lini depan.

Dengan kondisi ini, Seto menyatakan, jika sejatinya sejak awal dirinya menginginkan pemain lebih kreatif dalam menciptakan peluang. Tidak hanya untuk suplay bola ke Yevhen, akan tetapi ke pemain lainnya.

"Kami tidak tertuju kepada satu orang tetapi lebih ke menciptakan peluang untuk siapa saja. ini salah satu evaluasi saya," papar Seto.

Seto mengungkapkan, pada laga melawan PSIS Semarang kali ini beberapa pemain sejatinya dalam kondisi tidak bugar. Akan tetapi, dipaksakan untuk bermain. Alhasil, salah satu pemain PSS, Derry Rahman terpaksa harus ditandu keluar lapangan usai pertandingan.

"Yudho dan Derry sebenarnya kondisinya enggak fit. Kami coba di pertengahan babak pertama, Yudho mengeluh dan kami ganti, tetapi Derry pengen sampai selesai," jelas Seto.

Sementara pelatih PSIS, Jafri Sastra menuturkan, ada banyak kesalahan yang dilakukan oleh timnya pada laga uji coba kali ini. Salah satu hal yang paling mencolok adalah konsistensi permainan. Padahal, PSIS

sempat tampil menguasai di 10 menit awal babak pertama.

"Namun, setelah itu kami kehilangan fokus. Anak-anak kurang konsisten, kurang komunikasi, sehingga kita bobol di babak pertama. Konsistensi itu yang harus kita benahi," katanya.