Preview Juventus vs Fiorentina: Nyonya Tua Mencari Penawar Luka

Cristiano Ronaldo - Reuters/Alberto Lingria
20 April 2019 07:07 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Juventus tersingkir dari Liga Champions secara menyakitkan. Namun, Si Nyona Tua alias La Vecchia Signora harus turun ke lapangan dengan kepala tegak ketika menjamu Fiorentina pada giornata ke-33 Serie A.

Juve sudah menunda-nunda kesempatan mengunci scudetto kedelapan mereka secara beruntun di Seri-A. Akhir pekan lalu, mereka keok 1-2 di markas tim medioker, SPAL. Padahal, Juve sebenarnya hanya membutuhkan sebiji poin untuk mengklaim juara di kasta sepak bola tertinggi Italia musim ini.

Tapi, Juve memiliki alasan kenapa rela "mengorbankan" laga di markas SPAL. Itu karena La Vecchia Signora berkonsentrasi menghadapi leg kedua perempat final Liga Champions melawan Ajax Amsterdam, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB. Ironisnya, Juve justru dipecundangi Ajax 1-2 di kandang sendiri sehingga memaksa Cristiano Ronaldo dkk. terdepak dari turnamen paling elite di Eropa itu dengan agregat 2-3.

Kini, pasukan Massimiliano Allegri tidak memiliki alasan lagi untuk menunda pesta mengunci gelar juara Seri-A kali kedelapan mereka secara beruntun ketika menjamu Fiorentina di Allianz Stadium, Turin, Sabtu (20/4) pukul 23.30 WIB (disiarkan langsung Bein Sports 3). Juve hanya memerlukan hasil imbang melawan Fiorentina untuk menahbiskan diri sebagai peraih scudetto selama delapan musim beruntun. Juve sekaligus bakal menyamai rekor Inter Milan ketika memastikan scudetto dalam lima laga tersisa di seri-A 2006/2007.

"Besok [Sabtu] harus mengakhiri pembicaraan tentang scudetto, kami harus berselebrasi dan berselebrasi, karena itu sebuah target di mana membutuhkan kerja konstan selama semusim. Ini musim yang hebat. Disingkirkan Ajax [dari Liga Champions] harus diterima, kami tidak boleh menoleh ke belakang. Dan alibinya juga tak ditemukan. Kami harus terima itu. Kami harus memulai lagi," ujar Allegri, seperti dilansir juventus.com, Jumat (19/4/2019).

Allegri mendapat tekanan hebat setelah Juve lagi-lagi gagal meraih trofi Liga Champions. Mantan juru taktik AC Milan itu mengaku akan bertahan di La Vecchia Signora musim depan. Tapi hirarki klub raksasa Turin ini disebut-sebut mulai mengontak mantan pelatih Juve, Antonio Conte.

Isu tak sedap lainnya, Cristiano Ronaldo berpikir meninggalkan Bianconeri, julukan lain Juve, setelah tim ini gagal juara di Liga Champions. Padahal, peraih lima Ballon d'Or itu baru didatangkan dari Real Madrid awal musim ini. Media Italia, La Repubblica melaporkan CR7 mempertimbangkan meninggalkan Juve meski kontraknya masih tersisa tiga tahun.

"Cristiano menjalani musim luar biasa. Dia masa depan Juve. Dia sangat bagus dan akan tetap melakukan hal sama," bantah Allegri mengenai rumor hengkangnya Ronaldo.

Juve memiliki rekor apik saat menjamu Fiorentina. Mereka selalu menang dalam tujuh perjamuan terbaru kontra La Viola, julukan Fiorentina, di Seri-A, plus mencetak 14 gol. Masalahnya, Bianconeri kehilangan setidaknya lima pemain karena cedera. Mereka adalah Paulo Dybala, Martin Caceres, Emre Can, Giorgio Chiellini, dan Douglas Costa. Sebaliknya, Fiorentina hanya kehilangan seorang pemain mereka, yakni Marko Pjaca.

La Viola bertamu ke markas Juve dengan tren tak pernah menang dalam 10 laga beruntun di Seri-A. Akhir pekan lalu, tim polesan Vincenzo Montella hanya bermain imbang tanpa gol versus Bologna. Montella kemungkinan bakal menerapkan formasi 3-5-2 dengan menempatkan Federico Chiesa dan Cristiano Biraghi sebagai wing-back untuk mengatasi serangan mereka yang tumpul. Fiorentina mengalami mandul gol dalam dua laga terbaru. Jika kembali gagal mencetak skor di kandang Juve, La Viola akan menorehkan tren nirgol terburuk sejak Februari 2012.

Sumber : JIBI/Solopos