Diperiksa 3 Jam oleh Satgas Antimafia Bola, Bos PSS Sleman Disodori Pertanyaan Ini

CEO PT Putra Sleman Sembada Soekeno - Harian Jogja/Jumali
04 April 2019 21:17 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Soekeno, CEO PT Putra Sleman Sembada, perusahaan pengelola PSS Sleman,  diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola, Kamis (4/4/2019). Dia dimintai keterangan sebagai saksi dugaan pengaturan skor di Liga 2.

Seusai pemeriksaan, Soekeno mengaku diperiksa terkait dengan penetapan Hidayat dan Vigit Waluyo sebagai tersangka.

Pemeriksaan berlangsung selama tiga jam mulai dari pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB. Dalam pemeriksaan tersebut, pria kelahiran Malang ini diberi sebanyak sembilan pertanyaan.

“Saya ditanya mengenai Pak Hidayat dan Vigit Waluyo. Saya jelaskan jika belum pernah ketemu dan enggak kenal dengan mereka. Saya juga jelaskan kalau kami enggak pernah bermain [pengaturan skor] seperti itu,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Kamis malam.

Berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan terhadap mantan Manajer PSS Sleman musim lalu, Sismantoro beberapa waktu lalu, kali ini Soekeno mengaku tidak dipertemukan dengan Hidayat maupun Vigit Waluyo. Selain itu, Soekeno hanya bertemu dengan mantan asisten manajer PSS Sleman musim lalu, Dewanto Rahadmoyo.

“Dengan Mas Seto [Seto Nurdiyantoro-pelatih PSS Sleman] dan Pak Sis [Sismantoro], saya enggak ketemu. Tadi sempat lihat Mas Dewo [Dewanto],” ujarnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo sebagaimana dikutip okezone.com mengatakan selain Soekeno, ada tiga saksi lainnya yang diperiksa, yakni Sismantoro, Manajer PSS Sleman; Seto Nurdiyantoro, Pelatih PSS Sleman, dan Dewanto Rahadmoyo, Asisten Manajer PSS Sleman.

Mereka menjalani pemeriksaan di Kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri sebagai saksi untuk tersangka Hidayat.

Hidayat merupakan tersangka ke-16 dalam skandal ini. Hidayat diduga mengatur perangkat pertandingan dan penyuapan dalam laga antara Madura FC dengan PSS Sleman di Liga 2 2018. Hidayat meminta PSS Sleman dimenangkan agar lolos ke Liga 1.