City Kembali ke Puncak Klasemen Liga Premier Berkat Gol Aguero dan Silva

Pelatih Manchester City Pep Guardiola merayakan kemenangan atas Fulham. - Reuters/Paul Childs
30 Maret 2019 23:27 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Gol Bernardo Silva dan Sergio Aguero membawa Manchester City kembali ke puncak Liga Premier Inggris dengan kemenangan 2 - 0 atas sahibilbait Fulham di Stadion Craven Cottage di London pada Sabtu (30/3/2019) malam WIB.

Kemenangan ketujuh berturut-turut City di kompetisi domestik ini membuat harapan mereka untuk merengkuh sekaligus empat trofi pada musim ini tetap terjaga. Selain Liga Primer, tiga ajang lainnya ialah Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga.

Apabila keempat trofi tersebut bisa diraih, itu akan menjadi sejarah baru di Eropa karena belum pernah mampu dilakukan tim mana pun.

Dalam pembuka pekan ke-32 Liga Premier, kontrol bola yang buruk dari bek kanan Fulham Timothy Fosu-Mensah memberi keunggulan untuk tim tamu pada menit ke-5.

Striker City Sergio Aguero mencegat operan pemain Belanda tersebut tepat di luar area dan meneruskannya ke Bernardo Silva, yang melewati dua pemain belakang dan melepaskan tembakan kaki kirinya ke sudut melewati kiper Fulham Sergio Rico.

Fulham, yang bermain tanpa pencetak gol terbanyak Aleksandar Mitrovic setelah jeda internasional, menempatkan lima pemain di lini belakang dalam upaya untuk menjaga serangan City yang terus mengalir. Akibatnya, The Cottagers tidak dapat menciptakan satu tembakan pun ke gawang City.

Bernardo Silva kemudian memasok assist untuk gol Aguero pada menit ke-27, yang melompat melewati tiga pemain bertahan Fulham dan menembak dari sudut yang sempit ke sudut berlawanan untuk mendapatkan golnya ke-19 di liga musim ini.

Kemenangan itu membawa City kembali ke puncak Liga Primer dengan 77 poin, unggul 1 angka dari Liverpool yang akan menjamu Tottenham Hotspur pada Minggu (31/3/21019) malam WIB.

Fulham tetap di posisi ke-19 dengan 17 poin, dan sekarang harus memenangkan enam pertandingan mereka yang tersisa untuk memelihara peluang menghindari degradasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia