Preview Italia vs Finlandia: Gli Azzurri Menjaga Tren Bagus dalam 13 Tahun

Fabio Quagliarella - Reuters/Jennifer Lorenzini
23 Maret 2019 13:57 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Italia sudah lama tak merasakan kekalahan pada kualifikasi Euro. Kali terakhir Gli Azzurri keok di ajang ini adalah  saat ditekuk Prancis 0-1 pada September 2006, dua bulan setelah mereka menjadi juara Piala Dunia di Jerman.

Sejak itu, Italia tak pernah menelan kekalahan dalam 30 laga di kualifikasi Euro. Perinciannya, 24 kali menang dan enam kali imbang, plus mencetak 56 gol dan kebobolan 14 kali. Italia pun selalu lolos dalam tiga putaran final Euro, yakni Euro 2008, Euro 2012, dan Euro 2016.

Jadi, sudah sekitar 13 tahun tim berjuluk Gli Azzurri tersebut mencatat unbeaten di kualifikasi turnamen antarnegara paling prestisius di Eropa ini. Nah, Italia bakal berupaya menjaga tren unbeaten selama 13 tahun tersebut ketika menjamu Finlandia pada partai pembuka Grup J Kualifikasi Euro 2020 di Dacia Arena, Udine, Minggu (24/3/2019) pukul 02.45 WIB.

Di atas kertas, Italia memang lebih diunggulkan ketimbang Finlandia. Menariknya, Pelatih Italia, Roberto Mancini, tidak menyertakan bomber Mario Balotelli dan Andrea Belotti dalam skuatnya kali ini. Sebagai gantinya, dia mengandalkan bomber gaek Sampdoria, Fabio Quagliarella.

Penyerang berusia 36 tahun tersebut pantas dijuluki tua-tua keladi setelah memimpin daftar top scorer sementara Serie A musim ini dengan menyokong 21 gol. Tak tanggung-tanggung, dia mengungguli megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dan penyerang AC Milan yang sedang naik daun, Krzysztof Piatek, yang masing-masing baru mencetak 19 gol.

Jika dimainkan, Quaqliarella bakal menorehkan comeback membela Azzurri untuk kali pertama sejak sembilan tahun. Dia benar-benar menantikan momentum tersebut.

“Saya melewati pengalaman ini dengan antusiasme tinggi dan ketenangan. Saya berada di usia di mana Anda bisa mengontrol emosi, jadi sangat menyenangkan berada di sini. Ini adalah Timnas Italia, jika ada panggilan, itu karena mereka bisa bisa memberikan hal besar dan itu alasannya saya berada di sini,” ujar Quagliarella yang merasa layak membela Italia di usianya saat ini, seperti dilansir football-italia.net, Sabtu (23/3/2019).

Mancini tak hanya memasukkan pemain gaek di lini depan. Dia memanggil dua remaja berusia 19 tahun, Nicolo Zaniolo dan Moise Kean. Kean difavoritkan menggantikan posisi Federico Chiesa di sayap kanan untuk melengkapi tridente serangan Azzurri bersama Quagliarella/Ciro Immobile dan Federico Benardeschi.

Chiesa disebut-sebut terpaksa meninggalkan kamp latihan Italia, Kamis (21/3/2019) sore. Alasannya, dia belum pulih sepenuhnya dari cedera otot. Padahal, Mancini juga hampir pasti tidak bisa memainkan Alessandro Florenzi dan Lorenzo Insigne yang cedera.

Italia memiliki rekor head-to-head yang nyaris sempurna melawan Finaldia. Azzurri hanya gagal menang sekali dalam 12 pertemuan, yakni saat ditahan imbang 0-0 pada 1975.

Meski begitu, performa Italia di bawah Mancini belum benar-benar konsisten. Terbukti, Azzurri hanya menang tiga kali dalam sembilan laga sejak dipegang eks allenatore Lazio dan Inter Milan tersebut.

Prediksi Starting XI

Italia (4-3-3): Donnarumma; Florenzi, Bonucci, Chiellini, Biraghi; Barella, Jorginho, Verratti; Chiesa, Quagliarella, Bernardeschi

Finlandia (4-4-2): Hradecky; Granlund, Toivio, Arajuuri, Uronen; Lod, Schuller, Sparv, Soiri; Pukki, Lappalainen