Jadi Pahlawan Indonesia, Osvaldo Haay Diminta Ayahnya untuk Tetap Rendah Hati

Skyat Indonesia U-22 bersama Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi (ketujuh kiri) merayakan keberhasilan menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Stadion Nasional Olimpiade Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2/2019). - Antara/Nyoman Budhiana
27 Februari 2019 17:20 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ayah Osvaldo Haay, Edison Sebastian Haay, 55, meminta anaknya tetap rendah hati meski dibanjiri sanjungan setelah menjadi pahlawan keberhasilan Indonesia di Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

"Jangan sombong tetap merendahkan diri," begitu pesan Edison untuk anaknya di kompleks Hamadi Lapangan,  Kelurahan Hamadi,  Distrik Jayapura Selatan,  Kota Jayapura,  Papua,  Rabu (27/2/2019) pagi. 

Pesan itu dilontarkan guna memberikan motivasi kepada anaknya yang sedang menjadi perbincangan hangat berkat golnya pada menit 64 lewat tandukan memanfaatkan tendangan bebas rekannya Muhammad Lutfi Kamal Baharsyah.

"Sebagai orang tua, saya sangat bangga Osvaldo bisa menjadi penentu kemenangan bagi Timnas U-22 hingga pada akhirnya gol yang dicetaknya bisa meraih juara, yang membanggakan masyarakat Papua dan Indonesia," katanya. 

Edi yang didampingi istrinya Suzana Boanitawati, 42, serta dua putranya Jefry Haay dan Jeremiah Denilson Haay, mengatakan keberhasilan Osvaldo Haay dalam mencetak gol tidak lepas dari dukungan rekan-rekan dalam tim dan peran para pelatih yang jeli dalam menerapkan strategi menghadapi lawan. 

"Osvaldo bisa cetak gol tentunya berkat rekan-rekan dalam timnya dan jajaran pelatih.  Saya selalu ingatkan kepadanya untuk tidak jumawa dan selalu membawa diri yang baik dalam bergaul," ujarnya. 

Edi mengaku kepiawaian Osvaldo dalam bermain bola, tak lepas dari pengaruh dirinya yang juga dulunya pesepak bola. 

"Saya juga pernah bermain bola di Tunas Musa Hamadi,  lalu ke Persema Malang, Unbraw dan beberapa klub sepak bola di Jawa Timur pada tahun 1980-an hingga bertemu Suzana yang menjadi pendamping hidup," kata Edi.

Senada dengan sang suami,  Suzana juga mengaku bangga anaknya bisa memberikan kontribusi yang positif dalam Timnas U-22.

"Osvaldo memiliki kemauan yang keras, tetapi penurut. Dia terbiasa dengan bola sejak usia dini. Bergabung dengan SSB Tunas Muda Hamadi sejak SD dan pernah ikuti Danone Cup dan tim Pra PON Papua 2016," katanya.

Karier profesional Osvaldo,  ungkap wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur itu tak lepas dari peran pelatih Osvaldo Lessa dan Lidyo Nindyo serta petinggi klub Persipura Jayapura.

"Pertama kali anak saya main bola diajak oleh pelatih Osvaldo Lessa, hari pertama dia datang ke Mandala tidak jadi berlatih karena malu dan memilih pulang. Nanti di hari kedua baru dia berlatih setelah diajak dan dipanggil Lidyo Nidyo dari tribun lapangan," ungkapnya

Sementara itu,  Jefry Haay kakak kedua Osvaldo Haay mengaku bangga memiliki adik yang mengikuti jejaknya dan ayah mereka sebagai pemain bola. 

"Tentunya bangga. Saya berharap Osvaldo tetap rendah diri dan selalu menjadi dirinya," katanya. 

Jefry yang pernah tercatat sebagai pesepak bola Persidafon Dadonsoro,  Perseru Serui, dan Barito Putera mengaku Osvaldo kini menjadi idola anak-anak Papua.

Para tetangga juga menilai Osvaldo sebagai sosok yang baik dan menyenangkan.

"Osvaldo anaknya baik dan pandai bergaul,  tidak sombong. Selalu membantu teman, " kata Ince Warinusa, tetangga Osvaldo di Hamadi. 

Sumber : Antara