Preview Liverpool Vs Bayern: Harapan dari Pembawa Panji Jerman

Robert Lewandowski - Reuters/Kacper Pempel
19 Februari 2019 05:25 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Liverpool akan menjamu Bayern Munchen di babak 16 besar Liga Champions di Stadion Anfield, Rabu (20/2) dini hari. Mia San Mia. Semboyan Bayern itu memiliki arti "Kita Adalah Kita". Namun, raksasa Jerman ini seperti kehilangan jati diri mereka musim ini.

Tengok saja bagaimana performa tim berjuluk Die Roten tersebut di Bundesliga musim ini. Sebagai pemegang juara bertahan Bundesliga enam kali beruntun, Bayern sempat terseok-seok di kompetisi kasta tertinggi di Jerman tersebut. Penampilan tim yang dipoles Niko Kovac perlahan memang membaik. Namun, Bayern masih belum benar-benar menunjukkan diri mereka sesungguhnya sebagai tim yang dominan.

Die Roten berdiri dua poin di belakang Borussia Dortmund di pacuan gelar Bundesliga 2018/2019. Padahal, dalam musim sebelumnya, Bayern seolah tak tersentuh di klasemen akhir dengan keunggulan 19 poin, 18 poin, dan terbaru 15 poin di atas musuh terdekat mereka.

Meski begitu, Bayern tetap menjadi tumpuan Jerman untuk lolos ke babak perempat final di Liga Champions musim ini. Itu karena tim sesama Jerman, Dortmund, terlihat nyaris mustahil lolos ke perempat final setelah mereka keok 0-3 di markas Tottenham Hotspur. Sementara satu klub Jerman lainnya, Schalke, bakal bertemu tim super polesan Josep Guardiola, Manchester City, di babak 16 besar ini.

Sejak 2005/2006, setidaknya ada satu wakil Jerman yang mampu lolos ke delapan besar di turnamen paling elite di Eropa ini. Die Roten dituntut untuk menyingkirkan Liverpool pada babak 16 besar untuk meneruskan tradisi itu.  Misi Mats Hummels dkk akan dimulai dengan melawat ke markas Liverpool pada leg pertama babak 16 besar di Anfield, Liverpool, Rabu (20/2/2019) pukul 03.00 WIB (disiarkan langsung RCTI).

"Anda tidak boleh membuat kesalahan di laga seperti ini. Namun saya pikir kami bisa memberi masalah untuk Liverpool. Kami punya sebuah tim yang cukup kuat untuk lolos," kata gelandang Bayern, James Rodriguez, seperti dilansir sports.yahoo.com, Senin (18/2/2019).

Bayern harus kembali ke wajah asli mereka jika ingin memetik hasil di Anfield. Langkah pertama, Die Roten perlu memperbaiki pertahanan mereka yang kerap bocor musim ini. Bayern kebobolan 34 gol di semua kompetisi 2018/2019, ini rekor kebobolan terbesar mereka sejak 2010/2011. Akhir pekan lalu, gawang Bayern kebobolan dua gol saat mengalahkan Augsburg 3-2 pada Bundesliga. Dua gol Augsburg semua bermula dari sayap kiri. Padahal, lini belakang Die Roten akan bertemu Liverpool yang diperkuat salah satu trisula paling maut di Eropa saat ini, Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane.

"Liverpool tim kuat, tim menyerang. Kami harus lebih kompak. Kami tetap bergerak saat tidak memegang bola, itu sudah jadi kewajiban dalam permainan kami. Namun sayap kami beku dan mendapat ganjarannya," kata kapten dan kiper Bayern, Thomas Muller.

Langkah vital kedua, Kovac mesti mencari pengganti tepat untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan pilar-pilarnya. Die Roten tidak akan diperkuat Arjen Robben dan Franck Ribery. Duo yang akrab dijuluki Robbery tersebut cedera. Kovac juga kehilangan gelandang Corentin Tolisso di Anfield. Yang paling nahas, Bayern tidak bisa memainkan Thomas Muller dalam dua leg babak 16 besar setelah aksi tendangan kungfu sang pemaing kepada bek Ajax, Nico Tagliafico, pada fase grup lalu.

Tapi Liverpool juga tidak bisa turun dengan skuat komplet. Tim berjuluk The Reds ini kehilangan bek paling berpengaruh mereka, Virgil van Dijk, karena sanksi.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, akan memaksa gelandang bertahannya, Fabinho atau Jordan Henderson, mengisi pos bek sentral yang ditinggalkan defender temahal di dunia tersebut untuk mendampingi Joel Matip. Tanpa Van Dijk, kiper Liverpool, Alisson Becker, harus siap bekerja lebih keras dari biasanya. Apalagi, kali ini yang akan dihadapinya adalah Bayern yang diperkuat top scorer Liga Champions musim ini, Robert Lewandowski. Lewandowski memborong delapan gol dalam enam laga di fase grup, unggul dua gol atas mesin gol Barcelona, Lionel Messi.

"Seluruh defender kami pernah bermain setidaknya sekali. Lini belakang kami terbiasa saling berkomunikasi, dan kami sangat mengerti satu dengan yang lain, ini vital bagi tim mana pun," ujar Alisson, seperti dilansir liverpoolecho.co.uk.

Ini akan menjadi pertemuan kali pertama dua tim yang sama-sama mengoleksi lima trofi Liga Champions tersebut di kompetisi Eropa sejak 2001.

Sekitar 18 tahun lalu, Liverpool dan Bayern dipertemukan pada Piala Super Eropa di Stade Louis II, Monaco. Duel itu dimenangi The Reds dengan skor ketat 3-2.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia