Preview Chelsea Vs Manchester United

Chelsea versus Manchester United - Reuters/David Klein
18 Februari 2019 17:15 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Chelsea dan Manchester United tinggal menyisakan satu pemain Belgia di skuat mereka masing-masing. Eden Hazard di Chelsea, Romelu Lukaku di United.

Sejak kiper Thibuat Courtois hengkang ke Real Madrid musim panas 2018 dan Michy Batshuayi dipinjamkan ke Crystal Palace pada Januari lalu, praktis Chelsea hanya punya Hazard sebagai pemain Belgia di Stamford Bridge. Begitu juga dengan kepergian Marouane Fellaini dari skuat United pada Januari lalu yang membuat Lukaku menjadi satu-satunya pemain Belgia yang bertahan di Old Trafford.

Pemain De Rode Duivels, julukan Timnas Belgia, yang tersisa itu pun sepertinya bakal menjadi tumpuan klub mereka masing-masing ketika bertemu pada babak kelima Piala FA di Stamford Bridge, London, Selasa (19/2/2019) pukul 02.30 WIB. Maklum, Hazard dan Lukaku memiliki tuah untuk laga ini.

Hazard mengantongi rekor lumayan apik kontra United sejak diboyong dari Lille pada 2012. Winger berjuluk The Snake, karena gayanya mendribel bola kerap meliuk-liuk seperti ular ini, mencetak lima gol dan dua assist dalam 17 pertemuan versus United.

Salah satu gol Hazard ke gawang United dilesakkannya lewat titik penalti untuk membawa timnya menang 1-0 pada final Piala FA musim lalu. Tak cukup di situ, winger berusia 28 tahun ini juga mencatatkan namanya di papan skor ketika Chelsea menahan imbang 2-2 United di Old Trafford pada Piala FA 2012/2013.

Namun, Lukaku memiliki rekor tak kalah apik di Piala FA. Dia bahkan dijuluki Mr. FA Cup karena berhasil memborong 13 gol hanya dalam 15 penampilannya pada turnamen tertua di dunia ini. Eks penyerang Chelsea ini kemungkinan besar akan dipasang sebagai starter oleh pelatih interim United, Ole Gunnar Solskjaer.

Rekor tak terkalahkan United dalam 11 laga bersama Solskjaer terhenti setelah dibekuk Paris Saint Germain (PSG) 0-2 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, tengah pekan lalu. Solskjaer sontak berharap timnya bisa bangkit ketika melawat ke markas Chelsea. Namun, sejarah menunjukkan United kerap sial ketika bertemu The Blues, julukan Chelsea, di Piala FA. Terbukti United disingkirkan Chelsea empat kali hanya dalam kurun waktu enam tahun terakhir di turnanmen ini.

Celakanya, pertandingan ini digelar di markas Chelsea. United memiliki catatan buruk di Stamford Bridge. Mereka hanya menang dua kali dalam 22 kunjungan terbaru ke kandang Chelsea ini di semua kompetisi. Kali terakhir Manchester Merah merebut kemenangan di Stamford Bridge yakni 2012 silam dengan skor dramatis 3-2. Duel itu diwarnai dengan diusirnya pemain Chelsea, Fernando Torres, dan gol kemenangan United oleh Javier "Chicharito" Hernandez yang berbau offside.

Namun, Chelsea sendiri tidak dalam momentum yang benar-benar menyenangkan. Kemenangan 2-1 di markas Malmo pada leg pertama babak 32 besar Liga Europa tengah pekan lalu belum sepenuhya mengobati luka Cesar Azpilicueta dkk. dari pembantaian 0-6 oleh Manchester City di Liga Premier.

Pelatih Chelsea, Mauirizio Sarri, dipastikan semakin dalam tekanan besar jika sampai timnya kalah dari United dan gagal mempertahankan gelar Piala FA. Laga ini digelar saat krusial karena Chelsea akan berlanjut bertemu City di final Piala Liga dan berjumpa Tottenham Hotspur di Liga Premier.

"Kami sadar, ini momen krusial. Tiga laga ke depan, di Piala FA [melawan United], Carabao Cup [Piala Liga], dan Spurs. Ini sangat sangat penting pada setiap laga yang kami hadapi. Pertama, dengan melawan United," jelas asisten pelatih Chelsea, Gianfranco Zola, seperti dikutip standard.co.uk, Minggu (17/2/2019). 

Sumber : JIBI/Solopos