Satgas Antimafia Bola Periksa Pelatih dan Eks Manajer PSS Sleman

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengenakan jersey milik Hendika Arga Permana - Harian Jogja / Jumali
13 Februari 2019 16:15 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri terus mengusut kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Rabu (13/2/2019) kemarin, polisi meminta keterangan Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro, eks Manajer PSS Sismantoro, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat.

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan para tersangka dugaan pengaturan skor persepakbolaan Indonesia.

"Sekarang sedang diperiksa sebagai saksi di Bareskrim oleh Satgas Antimafia Bola," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Syahar mengatakan Seto, Sismantoro, dan Hidayat diperiksa untuk menetapkanĀ  tersangka lainnya. Namun, penyidik tetap akan hati-hati dan tak mau gegabah.

"Kami sedang dalami ini. Berikutnya kami juga akan memeriksa ahli pidana, kalau memang sudah cukup alat bukti, perkara ini akan sampai tahap pemberkasan untuk dikirim ke JPU [jaksa penuntut umum]," tutur Syahar.

Polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari, yang menjadi wasit futsal.

Satgas Antimafia Bola Polri kembali menetapkan lima orang sebagai tersangka, salah satunya eks manajer PS Mojokerto Vigit Waluyo.

*Berita ini telah diperbarui pada pukul 17:44 WIB untuk menyempurnakan konten.

Sumber : Okezone