Masuk Pasar Modal, Bali United Ingin Majukan Industri Sepak Bola Indonesia

Pemain Bali United sedang berlatih - Antara
11 Februari 2019 20:07 WIB Dara Aziliya Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Bali United segera menawarkan saham perdana alias initial public offering (IPO) pada tahun ini. Klub tersebut akan menjadi klub bola nasional pertama yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Chairman yang juga pemilik Bali United FC Pieter Tanuri tidak membantah berencana membawa klub bola tersebut menembus pasar modal. Menurut dia, pasar modal dapat menjadi salah satu opsi untuk membesarkan klub bola miliknya, sekaligus industri bola nasional.

“Kalau sampai kami go public, tujuannya adalah memajukan sport di Indonesia. Kami sudah riset sederhana. Di Indonesia, tiga besar sumber devisa adalah batu bara, sawit, dan pariwisata. Sport tidak pernah masuk padahal di Amerika Serikat, 7% APBN-nya berasal dari industri olahraga,” ungkap Pieter pada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Senin (11/2/2019).

Pieter menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, sektor sepak bola nasional pun turut menunjukkan perkembangan berarti seperti jumlah penonton yang meningkat signifikan dan keberadaan pelatih yang berkualitas yang semakin banyak.

Studi dan persiapan untuk melaksanakan IPO terus dilakukan perseroan. BEI sebelumnya menyebut telah menerima rencana penawaran umum perdana saham dan pencatatan saham Bali United. Bali United akan menjadi klub sepakbola pertama yang listing di BEI.

Sejauh ini, Persija dan Bali United, dikabarkan akan melantai di bursa. Namun, BEI baru menerima pernyataan lisan dari Bali United.

“Persija belum ke IDX. Bali United sudah menyampaikan rencana secara lisan, tetapi belum menyampaikan dokumen,” kata IGD Nyoman Yetna Setya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Senin (11/2/2019).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia