Dalam 1 Bulan, Madrid Berubah dari Pecundang Menjadi Kandidat Kuat Juara

Vinicius Junior - Reuters/Sergio Perez
11 Februari 2019 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pada 6 Januari 2019 lalu, Real Madrid terkapar 0-2 di kandang Real Sociedad. Madrid pun tertinggal 10 poin dari musuh abadi mereka, Barcelona, yang memuncaki klasemen sementara La Liga Spanyol.

Madrid hanya membutuhkan waktu sebulan untuk malih rupa menjadi tim yang kembali disegani. Sejak kalah di markas Sociedad, Madrid menyapu lima pertandingan mereka di Liga Primera dengan kemenangan. Puncaknya terjadi ketika Sergio Ramos dkk. dengan perkasa menaklukkan rival sekota mereka, Atletico Madrid, 3-1 di Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (9/2/2019) malam WIB.

Rentetan hasil memuaskan selama sebulan terakhir itu membawa tim berjuluk Los Blancos ini melesat ke peringkat kedua klasemen sementara. Mereka menggeser Atletico untuk bertengger di posisi satu tangga di bawah Barcelona. Kini, Madrid hanya berjarak enam poin dari musuh bebuyutan mereka, Barcelona yang bermain imbang 0-0 dengan Athletic Bilbao, Senin (11/2/2019) dini hari WIB tadi.

Vinicius Junior menjadi salah satu pemain Madrid yang memberi pengaruh besar atas transformasi Los Blancos sebulan ini. Pemain berdarah Brasil ini selalu berperan besar bagi Madrid saat dimainkan sebagai starter dalam 11 laga, termasuk ketika Madrid melumpuhkan Atletico.

Kecepatan Vinicius menyisir lapangan membuat bek-bek Atletico kerap keteteran dan kehilangan akal. Bek sentral Atletico, Jose Maria Gimenez, terpaksa menjatuhkan Vinicius ketika sang winger mendribel bola di sisi kiri lapangan pada menit ke-40. Wasit Xavier Estrada Fernandez memberi hadiah penalti untuk Madrid. Hadiah penalti itu kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh kapten Madrid, Sergio Ramos.

Namun ada momen di mana Vinicius membuat rekan setimnya, Luka Modric, jengkel. Vinicius kehilangan bola setelah dilanggar pemain Atletico, Angel Corea. Corea meneruskan bola itu ke Antoine Griezmann untuk menjadi gol penyama kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-25. Modric tampak mengomeli Vinicius karena dianggap menjadi penyebab pertama Madrid kemasukan gol Griezmann.

Sebelumnya, Madrid sempat unggul lewat gol tendangan akrobatik Casemiro pada menit ke-16. Gareth Bale yang turun dari bangku cadangan akhirnya memastikan kemenangan Madrid menjadi 3-1 pada menit ke-74. Ini merupakan gol ke-100 yang dipersembahkan Bale kepada Madrid di semua kompetisi sejak diboyong dari Tottenham Hotspur dengan memecahkan rekor transfer dunia pada 2013.

Satu lagi pemain yang memberi pengaruh besar dalam perubahan Madria adalah Sergio Reguilon. Bek asli Spanyol ini menggantikan posisi Marcelo yang nyaris tak tersentuh di sisi kiri pertahanan Madrid selama beberapa tahun terakhir. Performa Marcelo menurun dan mendapat kritik dalam beberapa bulan ini.

Untungnya, Reguilon mampu menambal "kekacauan" yang pernah dibuat Marcelo di sisi kiri pertahanan Madrid. Pergerakannya juga mudah dimengerti pemain defensif Madrid lainnya, seperti Ramos, Raphael Varane, dan Casemiro.

"Ini penampilan terbaik kami sejak Desember, pada muskm ini, ini kemenangan melawan sebuah tim yang sangat-sangat bagus, sangat-sangat kuat, dan sangat-sangat kompetitif," ujar Pelatih Madrid, Santiago Solari, seperti dikutip as.com.

Sumber : JIBI/Solopos