Selayang Pandang Profil Emiliano Sala, Putra Sopir Truk yang Melanglang di Prancis

Emiliano Sala - Reuters/Stephane Mahe
24 Januari 2019 01:25 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Argentina, Nantes, dan Cardiff City kehilangan Emiliano Sala setelah pesawat yang membawa striker tersebut jatuh perairan Guernsey, Kepulaian Channel. Sampai sekarang, Emiliano Sala belum ditemukan.

Sala, 28 tahun, menumpang pesawat kecil Piper Malibu, dari Nantes ke Cardiff, Wales, untuk menyelesaikan proses perpindahannya yang disepakati lima hari yang lalu.

Dengan nilai transfer sebesar 15 juta paun atau Rp276,38 miliar, Sala menjadikan pemain termahal Cardiff City, satu-satunya klub Wales yang berkompetisi di Liga Premier Inggris.

Sala bukan pemain sembarangan meski belum pernah berbaju Timnas Argentina. Dia adalah pencetak gol terbanyak Nantes selama setengah musim Ligue 1 2018-2019 dengan mencetak 12 gol, sama dengan penyerang Saint-Etienne Wahbi Khazri dan di bawah trio Paris Saint-Germain yakni Kylian Mbappe, Edinson Cavani, dan Neymar, serta ujung tombak Lille Nicolas Pepe.

Sala pindah ke Cardiff City untuk menolong tim asuhan Neil Warnock itu lepas dari zona degradasi di pentas Liga Primer Inggris. Saat ini Cardiff City menghuni peringkat ke18 dari 20 tim, atau slot teratas di zona merah degradasi.

Profil Singkat

Emiliano Raul Sala Taffarel, begitu nama lengkapnya. Lahir di Calulu, Santa Fe, Argentina, pada 31 Oktober 1990. Ayahnya bekerja sebagai sopir truk.

Melihat potensi anaknya, sang ayah, Horacio Sala, pun memasukkan Sala ke sekolah sepak bola milik klub San Martin de Progreso ketika baru berusia 4 tahun. Berselang 11 kemudian, dia pindah ke akademi sepak bola kanak-kanak milik Proyecto Crecer hingga 2010.

Pada usia 20 tahun, dia dikirim ayahnya ke Prancis untuk berlatih bersama tim muda Bordeaux, salah satu klub besar sepanjang sejarah sepak bola Prancis.

Dia menerima kontrak profesional 2 tahun kemudian, tetapi perjuangannya untuk menembus tim pertama tidaklah mudah dan dia lebih banyak dipinjamkan ke klub lain yakni ke Orleans, Niort, dan Caen.

Sepanjang 3 tahun bermain dengan status profesional untuk Bordeaux, Sala hanya tampil dalam 11 pertandingan dengan mencetak satu gol.

Namun, dia tetap bekerja keras hingga jalan baginya terbuka. Kariernya mulai melesat setelah pindah ke sesama klub Ligue 1 Prancis Nantes pada 2015.

Secara keseluruhan Sala bermain dalam 117 pertandingan dengan mencetak 42 gol untuk Nantes hingga pindah ke Cardiff City 5 hari lalu dan perjalanannya berakhir dengan kecelakaan pesawat di perairan Guernsey, wilayah sebelah barat Inggris dan utara Prancis.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia