5 Tragedi Penerbangan yang Menimpa Pesepak Bola

Foto Emiliano Sala - Reuters
23 Januari 2019 11:40 WIB Ahmad Rifai Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Dunia sepak bola berduka setelah pesawat kecil yang ditumpangi pemain termahal Cardiff City, Emiliano Sala, hilang kontak saat melintas di perairan Kepulauan Channel, Prancis, Senin (21/1/2019) malam waktu setempat.

Seperti dikutip dari FourFourTwo, kabar mengejutkan itu datang saat menara pengawas penjaga Pantai Guernsey mendapat panggilan darurat pada pukul 20:23.

Isi pesan itu menyebutkan, pesawat ultra ringan Piper PA-46 Malibu yang tengah melakukan perjalanan dari Nantes, Prancis, menuju Cardiff, Wales, hilang kontak dengan radar pengawas.

Laporan itu ditindaklanjuti oleh otoritas Prancis. Upaya pencarian tengah dikerahkan di sekitar area yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat.

Kecelakaan pesawat yang menimpa pesepak bola bukan hanya terjadi pada Emiliano Sala. Berikut, sederet daftar kecelakaan pesawat yang menimpa punggawa sepak bola.

  1. Tragedi Superga yang Menimpa Torino 

Kecelakaan pesawat yang menimpa pemain sepak bola sudah pernah terjadi setidaknya pada tahun 1949. 

Kala itu pesawat yang mengangkut kesebelasan Torino usai bertanding melawan Benfica di Lisbon, Portugal, jatuh di Bukit Superga ketika menuju Bandara Turin.

Tercatat ada 31 satu penumpang yang tewas dalam kejadian naas ini, termasuk 18 pemain terbaik dalam sejarah Torino.

Padahal, Torino baru saja merayakan Scudetto ke-5 beruntun. Setelah itu, mereka mendapatkan undangan untuk pertandingan persahabatan dengan Benfica, tetapi siapa yang sangka berakhir tragis dan menjadi akhir era keemasan Torino.

  1. Tragedi Munchen dan Manchester United

Tragedi Munich yang menimpa Manchester United. / The Sun

Tidak ada yang menyangka pesawat yang ditumpangi kesebelasan Manchester United saat lepas landas dari Munich akan berakhir tragis.

Kejadian itu terjadi ketika Setan Merah, julukan Manchester United, dijadwalkan kembali ke Manchester usai menunaikan pertandingan Piala Eropa di Belgrade pada tahun 1958. 

Terdapat 23 orang yang tewas dalam kejadian tersebut, termasuk 8 pemain MU. Beruntung masih ada 21 orang yang selamat, salah satunya bobby Charlton yang pada waktu itu masih berumur 20 tahun.

  1. Musibah yang Menimpa Klub asal Peru

Kejadian tragis juga menimpa kesebelasan asal klub Liga Peru, Alianza Lima, pada tahun 1987.

Pesawat Angkatan Laut Peru, Fokker F27 F27-400M yang mereka sewa jatuh di Samudra Pasifik, hanya sekitar 6 mil dari kota tujuan, Callao.

Di dalam pesawat terdapat 44 pemain, manajer, staf, suporter, hingga wartawan yang semuanya tewas. 

Namun, ada hal yang paling mencengangkan yakni, ada satu orang yang selamat dalam kecelakaan itu, dia adalah sang pilot.

  1. Dejavu Timnas Zambia yang Tragis

Pada tahun 1993 pesawat sewaan Zambia Air Force dikabarkan jatuh di laut Gabon setelah beberapa saat sebelumnya lepas landas seusai mengisi bahan bakar.

Keseluruhan 30 penumpang, termasuk 18 pemain timnas Zambia, menjadi korban dalam insiden tersebut.

Padahal, Timnas Zambia tengah dalam perjalanan penting menuju Senegal untuk menjalani kualifikasi Piala Dunia.

Nah, kapten timnas Zambia, Kalusha Bwalya bisa selamat dari kejadian tersebut. Pasalnya, dia berada dalam penerbangan yang berbeda karena melakukan perjalanan terpisah.

Selang hampir 20 tahun kemudian, Zambia memenangi Piala Afrika. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Pantai Gading di partai final yang diadakan di Libreville, hanya beberapa kilometer dari tempat jatuhnya pesawat.

  1. Tragedi Chapecoense Jelang Final Piala Libertadores

Awan kelabu melingkupi Brazil pada 28 November 2016 ketika Chapecoense kehilangan hampir seluruh punggawanya dalam kecelakaan pesawat LaMia Flight 2933.

Para pemain kesebelasan yang identik dengan warna hijau itu termasuk dalam 77 korban tewas saat pesawat yang terbang dari Santa Cruz de la Sierra, Bolivia, kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan menuju Medellín, Kolombia.

Hanya ada 3 pemain Chapecoense yang selamat. Mereka adalah alan Ruchel (bek kiri), Jakson Follmann (kiper cadangan), dan Neeto (bek tengah).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia