RANGKUMAN PIALA ASIA 2019: Sama-Sama Susah Menang, Australia & UEA Jumpa di Perempat Final

Pemain Australia merayakan keberhasilan lolos ke perempat final Piala Asia 2019. - Reuters/Satish Kumar Subramani
22 Januari 2019 16:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Juara bertahan Australia dan tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) akan berhadapan dalam perempat final Piala Asia 2019 di Stadion Hazza bin Zayed, Abu Dhabi, Jumat (25/1/2019).

Kedua tim melewati partai yang melelahkan di perdelapan final. Australia menyingkirkan Uzbekistan melalui adu penalti dengan skor 4 – 2 setelah selama 120 menit keduanya bermain kacamata di Stadion Shkeikh Khalifa di Al Ain, Senin (21/1/2019) tengah malam WIB.

Di fase adu penalti, empat dari lima algojo Autralia sukses menunaikan tugasnya menjebol gawang Uzbekistan yang dikawal kiper Ignatiy Nesterov, sedangkan dua dari empat eksekutor Uzbekistan gagal menjebol gawang Australia yang dikawal kiper Mathew Ryan.

Ryan menjadi pahlawan Socceroos dengan dua penyelamatan krusial di babak tor-tosan. Dia berdiri di tengah gawang dan memblok bola sepakan Islom Tukhtakhujaev, selanjutnya menjatuhkan badan ke kiri untuk menepis bola tembakan Marat Bikmaev.

“Saya membiarkan insting bekerja,” kata kiper klub Liga Premier, Brighton & Hove Albion, tersebut seperti dikutip The Sydney Morning Herald, Selasa (22/1/2019).

Australia akan menghadapi sahibulbait UEA. “Yang paling penting dalam pertandingan ini adalah karena kami bisa bersabar. Ini modal baik untuk pertandingan selanjutnya,” kata Pelatih Australia Graham Arnold.

Sayangnya, Australia tak akan diperkuat playmaker Tom Rogic karena hukuman akumulasi kartu. Arnold pun menyiapkan skema lain untuk melawan UEA.

“Kami akan melihat bagaimana permainan UEA, kami akan menganalisisnya, dan kami akan mencoba sistem baru dengan pemain yang tersedia,” kata Arnold.

Delam empat pertandingan di Piala Asia 2019, Australia selalu memakai formasi 4-2-3-1. Arnold memainkan Jamie Maclaren sebagai ujung tombak dan menyiapkan Apostolos Giannou sebagai cadangan. Keduanya kemungkinan akan dimainkan bersama di perempat final.

“Saya mungkin akan mencoba memakai dua striker, dua pemain bertipa nomor 9. Kami akan memainkan formasi berlian di lini tengahmm,” ujar Arnold.

Kegigihan UEA

Sementara, UEA yang ditangani mantan pelatih AC Milan, Alberto Zaccheroni, harus melalui perpanjangan waktu sebelum mengandaskan Kirgistan 3-2.

Sepakan penalti striker Ahmed Khalil di babak perpanjangan waktu menjadi pembeda dalam laga yang dihelat di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Selasa (22/1/2019) dini hari WIB.

Pemain pengganti itu melesakkan bola cukup keras ke gawang kiper Kutman Kadyrbekov pada menit ke-102 untuk memastikan tiket ke perempat final melawan Australia.

UEA unggul dahulu di menit ke-14 lewat sepakan Khamis Esmaeel, kemudian dibalas oleh Mirlan Murzaev di ke-26. UEA kemudian menambah keunggulan setelah Ali Ahmed Mabkhout mencetak gol pada menit ke-64.

Namun, UEA yang hampir menyegel kemenangan, dikagetkan oleh Tursunali Rustamov yang melesakkan bola hasil umpan sepak pojok ke dalam gawang tuan rumah dan mengubah kedudukan menjadi 2 - 2 pada injury time.

Untung bagi sahibulbait, pada perpanjangan waktu babak pertama, wasit Fu Ming dari China menunjuk titik putih setelah Mabkhout dijatuhkan Bekzhan Sagynbaev di dalam kotak penalti. Khalil lalu mengeksekusi dengan baik hadiah itu dengan sepakan kaki kanan. Bola diarahkan ke sisi kiri bawah gawang.

“Permainan yang sulit. Kirgistan sangat agresif, tetapi saya ucapkan terima kasih kepada tim. Mereka sangat positif, dan kami meraih tujuan kami untuk lolos,” tutur Zaccheroni sebagaimana dikutup Reuters.

Eks pelatih Juventus, Torino, AC Milan, Inter Milan, dan Timnas Jepang itu menilai para pemainnya telah menunjukkan karakter yang hebat walaupun kebobolan di menit ke-92.

Sementara, Pelatih Kirgistan Aleksandr Krestinin tak terlalu menghiraukan keputusan wasit yang memberikan hukuman penalti untuk timnya. Kirgistan mencatat debut di Piala Asia dan penampilan mereka cukup bagus, lolos sebagai peringkat ketiga terbaik Grup C mendampingi Korea dan China.

“Saya tidak pernah membicarakan pekerjaan wasit. Ini adalah Piala Asia kali pertama bagi kami dan saya yakin ini bukan lah yang terakhir.”

Australia adalah juara bertahan. Empat tahun lalu kala menjadi tuan rumah, Socceroos menundukkan Korea Selatan 2 - 1 lewat perpanjangan waktu. Adapun UEA meraih prestasi tertinggi di ajang ini sebagai finalis pada edisi 1996, ketika menjadi sahibulbait. Saat itu, di final UEA dikalahkan Arab Saudi melalui adu penalti 2 - 4.