Polisi Usut Kasus Tewasnya Suporter PSS yang Dilempar Batu

Upacara serah terima jabatan empat perwira baru di Polres Sleman, Selasa (3/4/2018) - Harian Jogja/Irwan A.Syambudi
21 Januari 2019 13:37 WIB Yogi Anugrah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sleman AKP Anggaito Hadi mengatakan saat ini pihaknya telah mengerahkan anggota untuk mencari pelaku pelempar batu yang menewaskan salah seorang suporter PSS Sleman bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri asal Klaten, pada Sabtu (19/1/2019).

"Sesuai perintah dari Kaporles. Anggota Polres Sleman sedang mengusut peristiwa ini," kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (21/1/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan, sejak hari kejadian, Tim Polres Sleman sudah bekerja di lapangan.

"Mohon doanya agar peristiwa ini bisa terungkap, anggota masih bekerja dilapangan," tambah dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah, ia mengatakan saat ini jajarannya sedang bekerja untuk mengusut kasus ini.

"Biar anggota bekerja dulu untuk mencari titik terang peristiwa ini," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Seorang suporter Sleman Fans bernama Muhammad Asadulloh Alkhoiri, 20, asal Klaten, meninggal dunia, akibat terkena lemparan batu. Korban mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito, Sleman, Sabtu (19/1/2019) malam.

Adik korban, Muhammad Aflah Almanshurin, 15, yang pada saat kejadian bersama korban mengatakan ia dan kakaknya berangkat ke Sleman untuk menonton pertandingan naik sepeda motor berboncengan sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu.

Seusai menonton laga tersebut, mereka pulang ke Klaten. Asad mengendarai sepeda motor dan Aflah memboncengnya. Dalam perjalanan pulang, mereka berada di belakang rombongan suporter Persis Solo, Pasoepati, yang juga perjalanan pulang ke arah Solo.

Di ruas jalan raya Jogja-Solo, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY, Asad dan Aflah melihat rombongan suporter di depan mereka menepi di sisi kiri jalan sekitar pukul 19.30 WIB. Asad lantas menyalip rombongan Pasoepati dari sisi kanan.

Asad bersama Aflah tak menyadari dari ruas jalan sebaliknya atau dari Solo menuju Jogja terdapat puluhan orang berombongan mengendarai sepeda motor melintas. Sebuah batu beton berukuran besar dilempar dari rombongan tak dikenal tersebut hingga mengenai dada Asad.

“Kakak saya sempat membelokkan sepeda motor ke kiri [tepi jalan]. Pada bagian bibirnya berdarah. Kondisinya masih sadar,” kata Aflah.

Melihat peristiwa tersebut, rombongan suporter Pasoepati lantas mendatangi Asad dan Aflah. Mereka memboncengkan Asad menuju Rumah Sakit Islam (RSI) Yogyakarta yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian guna mendapatkan perawatan.

Asad kemudian dirujuk ke RSUP dr. Sardjito, DIY. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.00 WIB setelah mengalami perdarahan di ulu hati