Jadi Komentator Laga Arsenal Vs Chelsea, Ini yang Dibicarakan Jose Mourinho

Jose Mourinho - Reuters
20 Januari 2019 12:40 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Jose Mourinho menjadi komentator di stasiun televisi Bein Sports untuk pertandingan pekan ke-23 Liga Premier 2018/2019 antara Arsenal melawan Chelsea di Stadion Emirates, Minggu (20/1/2019) dini hari WIB.

Jose Mourinho didampingi mantan striker Chelsea Jimmy Floyd Hasselbaink. Keduanya belum pernah kerja sama. Ketika Mou masuk Chelsea pada Juli 2004, Hasselbaink pindah ke Middlesbroug.

Mou berbicara sebelum laga dimulai dan saat jeda pertandingan. Di waktu turun minum, Mou berbicara sampai setengah jam sehingga Bein Sports membagi dua tayangan ketika babak kedua dimulai. Satu layar untuk laga Arsenal melawan Chelsea, sedangkan layar yang lebih kecil menyiarkan omongan Mou.

Pelatih Portugal itu baru selesai berbicara saat pertandingan Arsenal melawan Chelsea sudah memasuki menit ke-61.

Ada beberapa poin omongan Mou. Pertama, tentu saja mengomentari jalannya laga babak pertama dan memberikan pendapat tentang apa yang seharusnya dilakukan di babak kedua.

Laga tersebut berakhir 2-0 untuk Arsenal dan semua gol lahir di babak pertama. Menurut Mou, lini belakang Chelsea kurang solid sehingga bisa dibobol Alezander Lacaxette dan Laurent Koscielny.

Ketika dimintai pendapatnya tentang apa yang harus dilakukan Chelsea di babak kedua, Mourinho mulai berbicara panjang lebar hingga 30 menit. Menurut dia, Chelsea kurang kreatif karena pemain-pemain yang lihai menciptakan peluang dimainkan di posisi yang menyulitkan mereka. Chelsea turun dengan tiga penyerang: Pedro di kiri, Eden Hazard di tengah, dan Willian di kanan.

"Willian dan Hazard harus bertukar posisi sehingga karena tak ada striker murni. Mereka tidak bisa fokus menciptakan peluang. Chelsea butuh pemain kreatif. Chelsea juga butuh striker murni untuk menyulitkan Koscielny dan Sokratis," kata Mou.

Di pertengahan babak kedua, Olivier Giroud masuk menggantikan Willian sehingga Hazard pindah ke sayap kiri agar Pedro bisa kembali menjadj sayap kanan. Namun, Chelsea tetap kesulitan membongkar pertahanan Arsenal.

Obrolan berikutnya berkutat soal pengalamannya sebagai pelatih dan hikmah yang dia dapat setelah dipecat Manchester United Desember lalu. Menurut Mou, dia tak bisa bekerja bebas karena terbentur struktur klub. Mou tak sepenuhnya mendapat dukungan ketika berhadapan dengan pemain.

"Manajer tak lagi punya kekuasaan besar karena struktur klub. Sekarang hanya beberapa manajer yang benar-benar didukung klub. Misalnya Thomas Tuchel yang menghukim Adrian Rabiot dan PSG benar-benar mendukungnya. Saya tak mendapat dukungan seperti itu."

Mou juga mengaku merindukan masa-masa ketika kali pertama dia melatih Chelsea pada 2004.

"Saya bekerja dengan pemilik klub yang punya impian besar. Saya belerja dengan benar-benar bahagia dan bisa mengambil keputusan dengan leluasa. Saya bekerja dengan cinta yang super. Hanya dengan cinta yang super saya bisa bekerja dengan baik."