MAFIA BOLA : Kasus Suap Bisa Jadi Bumerang bagi Manajer dan Bupati Banjarnegara

Satgas Antimafia Bola Mabes Polri Menangkap Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng terkait Dugaan Pengaturan Skor Pertandingan Sepakbola - foto: Istimewa
09 Januari 2019 12:52 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Langkah eks Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani dan Bupati Banjarnegara, Budi Sarwoko membuka praktik pengaturan skor di Liga 3 2018 dinilai akan menjadi bumerang bagi keduanya.

Sebab, jika kepolisian menerapkan UU No.11/1980 tentang Tindak Pidana Suap, maka keduanya kemungkinan besar akan terseret dan terancam hukuman minimal 5 tahun penjara.

Hal ini diungkapkan oleh Kuasa Hukum Johar Lin Eng dan Dwi Irianto (dua tersangka pengaturan skor) Khairul Anwar, Rabu (9/1/2019). Khairul melihat baik Lasmi dan Budi akan ikut terseret jika pihak kepolisian menggunakan UU No.11 tersebut untuk penanganan kasus ini.

"Di situ tertulis jelas kok siapa penyuap dan yang disuap. Tidak ada pengecualian juga dalam proses hukumnya," kata Khairul Anwar, Rabu (09/01/19).

Sesuai dengan pasal 2 dan 3 di UU tersebut, lanjut Khairul, terdapat hukuman maksimal lima tahun bagi penyuap. Sementara pihak penerima selama-lamanya adalah tiga tahun.

"Oleh karena itu kami berharap agar penyidik segera melengkapi berkas dan pemeriksaan," harap dia.