Didemo Oknum Suporter, CEO PT PSS Bingung

Aksi oknum suporter PSS Sleman di Sleman City Hall, Minggu (6/1/2019) siang - istimewa
06 Januari 2019 17:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Lambatnya pergerakan dan transparansi PSS Sleman menghadapi Liga 1 2019 membuat sejumlah oknum suporter PSS Sleman berang. Alhasil, Minggu (6/1/2018) siang, sekitar 60 orang oknum suporter PSS Sleman melakukan aksi unjuk rasa dengan memasang spanduk memprotes terkait lambatnya kinerja dari manajemen di Sleman City Hall.

Selain menyanyikan lagu salah satu kelompok suporter PSS, mereka juga memasang spanduk bertuliskan Mall PSS???, Kami tidak percaya, Suck Keno dipasang oleh oknum suporter tersebut di lantai 2 mall yang baru saja berdiri tersebut. Puas memasang spanduk dan bernyanyi, oknum suporter tersebut langsung membubarkan diri sebelum CEO PT Putra Sleman Sembada selaku PT yang menaungi PSS Sleman Soekeno datang ke lokasi.

Menanggapi aksi tersebut, koordinator BCS Zulfikar mengaku tidak tahu menahu perihal aksi tersebut. Kepada Harianjogja.com, Zulfikar menandaskan jika dirinya tidak tahu terkait aksi tersebut. "Saya di rumah e mas. Coba ditanya aja yang disitu mas," katanya.

Sementara CEO PT PSS Sleman Soekeno mengatakan, dirinya kaget dengan aksi yang dilakukan oleh oknum suporter tersebut. Sebab, saat aksi digelar dirinya sedang bersantai dirumah bersama keluarga.

"Orang lagi santai, terus saya dikabari dan lansung ke sini. Begitu sampai sini sudah bubar. Saya juga tidak tahu mereka maunya seperti apa," kata Soekeno.

Sementara terkait dengan indikasi aksi unjuk rasa karena terpilihnya Retno Sukmawati sebagai manajer, Soekeno angkat bicara. Ia memastikan, Retno sangat paham dengan sepak bola dan dekat dengan semua pihak, utamanya suporter. "Karena bagaimanapun bu Retno sudah lama tahu sepak bola, apalagi beliau adalah istri dari almarhum Pak Suparjiono. Selama ini banyak suporter yang sering minta saran sama beliau juga," terang Soekeno.

Mengenai adanya perombakan manajemen, Soekeno menegaskan langkah ini dilakukan karena PSS Sleman sudah saatnya untuk profesional. Sebab, bermain di Liga 1, membuat PSS harus menempatkan orang-orang yang profesional, agar perjuangan untuk naik kasta Liga 1 tidak sia-sia.

"Kemarin Pak Sismantoro dan Mas Dewanto itu kami tawari di Direksi. Namun, mereka menolak dan memilih mengundurkan diri. Padahal, kami di Direksi PSS butuh bantuan meeka. Apalagi, di struktur baru ada bidang baru yakni riset dan development serta tim teknik. Ini berarti PT ikuti perkembangan yang ada. Jadi harus tambah 2 dan 3 orang. Kami juga masukkan orang orang yang berbobot dan bersih di jajaran komisaris," ucap Soekeno.