PSMS vs PS Tira Digelar di Pekanbaru, Manajemen PS Tira Pilih Pikir-Pikir

Sekretaris PS Tira Yandri - Harian Jogja/Jumali
25 Oktober 2018 14:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MEDAN - Laga ulang PSMS Medan melawan PS Tira yang sempat tertunda beberapa waktu lalu dipastikan digelar di Stadion Utama Pekanbaru, Riau, 14 November mendatang. Meski demikian, pihak PS Tira mengaku masih pikir-pikir terkait dengan penetapan lokasi tersebut.

"Kami masih pikir-pikir. Karena belum ada keputusan resmi dari kami. Nantinya kami akan berdiskusi dengan tim pelatih dan manajemen soal ini," ujar Sekretaris PS Tira Yandri kepada Harianjogja.com, Kamis (25/10/2018).

Menurut pria berpangkat Kapten TNI AD ini, awalnya pihaknya mendapatkan surat dari PT LIB terkait dengan lokasi pelaksanaan laga ulang. Dalam surat tersebut, disebutkan laga akan digelar di Stadion Teladan, Medan.

"Ini langsung kami protes. Belum tahu jika dalam perkembangannya, PT LIB menetapkan laga digelar di Pekanbaru. Namun, kami akan melakukan koordinasi lebih dahulu," sambung Yandri.

Sementara jika mengacu dengan regulasi, Yandri menyatakan laga seharusnya digelar di tempat netral. Di mana, semua pembiayaan baik pertandingan maupun tim ditanggung sepenuhnya oleh PSMS.

"Kita sebenarnya pengennya main di Jakarta. Kalau pun tetap di Pekanbaru, jika hal itu sesuai dengan regulasi tidak masalah. Namun untuk lebih jelas kami masih menunggu rapat dengan manajemen," ucap Yandri.

Terpisah, Sekum PSMS Medan Julius Raja mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari PT LIB terkait dengan pelaksanaan laga ulang melawan PS Tira.

"Tadi malam kami dapat informasi, kami disuruh cari stadion alternatif dulu. Karena PS Tira ngotot tetap dengan regulasi pasal 8, yaitu ditempat yang netral,” ucapnya.

Namun, keinginan ini kemungkinan sulit direalisasikan oleh PSMS. Julius menambahkan, pihaknya tetap berkeinginan agar laga digelar di Stadion Teladan Medan.

"Karena ini bukan partai usiran. Jadi walapun nanti harus di tempat netral tetap dengan penonton. Jadi kami akan lobi tempat untuk tanggal 14 November,” ungkapnya.

"Opsi utamanya adalah digelar di Pekanbaru. Jika nanti terkendala di sana, maka diusulkan ke Jawa. Hanya saja, biayanya berat," ucapnya.