Sebelum Pensiun, Arga Sempat Punya Cita-Cita Bawa Tim di DIY ke Liga 1

Hendika Arga saat menjalani latihan bersama PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (19/10/2018) sore - Harian Jogja/Jumali
23 Oktober 2018 23:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Keputusan kapten PSIM Jogja Hendika Arga Permana yang dipinjamkan ke PSS Sleman, untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional disayangkan sejumlah pihak.

Pelatih PSS Sleman yang juga mantan pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro menyatakan menyayangkan langkah yang dilakukan oleh pemain asal Bantul ini. Sebab, secara umur dan kemampuan, Hendika Arga masih memiliki peluang untuk mengembangkan diri di sepak bola profesional.

Seto pun mengungkapkan mengenai salah satu cita-cita Hendika Arga saat masih diasuhnya di PSIM Jogja. Saat itu, Hendika Arga sempat menyatakan cita-citanya kepada dirinya dan keluarganya jika dia ingin membawa tim di DIY untuk promosi ke Liga 1.

"Dia punya cita-cita untuk membawa tim di DIY untuk promosi ke Liga 1 [entah PSIM Jogja maupun PSS Sleman] . Namun apapun keputusannya, harus kita hargai. Dan saya masih berharap ini hanya keputusan sesaat," ucap Seto, kepada Harianjogja.com, Selasa (23/10/2018) malam.

"Saya terus terang kaget dengan keputusannya untuk mendur dari sepak bola profesional. Semoga saja ini hanya keputusan emosional sesaat," lanjut Seto.

Seto sendiri baru mengetahui keputusan Arga untuk pensiun pada malam ini. Meski sebelumnya dirinya sudah sempat sharing pengetahuan dan permasalahan dengan mantan anak asuhnya tersebut beberapa waktu lalu.

"Dia emmang sempat ketemu saya dan sharing. Saya beri padangan, terkait dengan kemungkinan mundur dari PSS Sleman. Namun saya enggak menyangka jika dia mau mundur dari sepak bola profesional," terang Seto.

Meski demikian, Seto mengaku menghormati keputusan dari Hendika Arga. Ia berharap apa yang diputuskan oleh Arga ini bisa menjadi bahan refleksi bersama.

Mantan pemain PSIM Jogja ini juga berharap, keputusan Hendika Arga untuk pensiun dari sepak bola profesional bisa ditinjau ulang. "Semoga hanya keputusan emosional," harapnya.