Chelsea Vs MU: Pertaruhan Dinosaurus Bermulut Besar

Joachim Low - Reuters/Ralph Orlowski
20 Oktober 2018 13:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pertandingan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge, London, Sabtu (20/10/2018) pukul 18.30 WIB bisa menjadi akhir kebersamaan Jose Mourinho bersama Manchester United.

Minggu petang waktu London, 15 Agustus 2004, Mourinho membuka petualangan di Liga Premier secara apik. Sepakan penyerang Islandia, Eidur Gudjohnsen, menyambar bola yang luput dari tangkapan kiper Tim Howard dan membawa Chelsea unggul 1-0.

Tiga bulan sebelumnya, dia menjuarai Liga Champions bersama Porto dan menyeberang ke klub kaya baru, Chelsea, dengan ambisi dan mulut besar. Dalam wawancara pertamanya sebagai pelatih The Blues, Mou menjuluki dirinya sebagai The Special One.

Mou, yang terbiasa melecehkan lawan dan menyombongkan diri, meraih kesuksesan di Chelsea. Ia kemudian mengembara ke Internazionale, Real Madrid, kembali ke Chelsea, dan akhirnya berlabuh di klub yang kali pertama dia hadapi di Inggris, United.

Selama lebih dari 14 tahun, keberhasilan Mou dipupuk dengan ocehan dan sepak bola berbasis pertahanan yang menjadi antidot pemuja ball possesion, yang sayangnya acap membosankan. Orang Portugal ini memang bergelimang trofi. Namun, seperti yang diutarakan Paul Ince, gaya main anak asuh Mou sudah usang dan berkarat.

“Dia harus mengubah metode yang sudah dia gunakan bertahun-tahun dan memahami bahwa sepak bola sudah bergerak maju. Jangan menjadi dinosaurus. Mulailah menyerang,” kata Ince, bekas gelandang United yang sekarang menjadi komentator BBC.

Musim ini, Mou dan United benar-benar menjelma menjadi dinosaurus di Liga Premier. Empat tim teratas di papan klasemen: City, Liverpool, Chelsea, dan Arsenal memainkan sepak bola menyerang.

Bahkan, tim promosi Wolverhampton Wanderers, yang bertumpu pada pelatih Portugal dan pemain-pemain Portugal, mengikuti irama ini dan hasilnya lumayan. Sementara, United seperti biasa tampak terlalu takut berlama-lama menguasai bola di sepertiga akhir lapangan.

Bertahun-tahun lampau, resep ini manjur dan bikin tim-tim kuat seperti Barcelona, Bayern, atau Juventus kelimpungan.

Namun sekarang, di musim ketiganya bersama United, Mou sudah kepayahan. United tertahan di peringkat kedelapan dengan hanya 13 poin dari delapan laga. Selama tiga pekan belakangan, posisi Mou terancam. Dia beruntung lolos dari lubang jarum dua pekan lalu setelah United berbalik unggul 3-2 meski di babak pertama tertinggal 0-2 dari Newcastle.

Mulut Mou masih tak terkendali. FA semestinya menjatuhkan hukuman Jumat (19/10/2018) kemarin karena Mou ditengarai mengumpat memakai bahasa Portugal setelah United menang atas Newcastle. FA yakin, di depan kamera Mou berkata, “Sialan kau anak sundal.”

Mou kemudian meminta perpanjangan waktu sampai Rabu (24/10/2018) depan untuk menjelaskan makna ucapannya dan Otoritas Sepak Bola Inggris mengabulkannya.

Sabtu siang ini waktu London, United bisa kembali terpuruk dan kursi panas yang diduduki Mou bisa berkobar hebat. Kesempatan untuk menjelaskan ke FA bisa tak bermakna jika United kalah dan Mou dipecat.

Lawan yang dihadapi United adalah Chelsea, satu dari tiga tim yang belum pernah kalah di Liga Premier 2018/2019 dan kini sedang mekar berkat Sarrismo, gaya sepak bola menyerang yang diusung pelatih Italia Maurizio Sarri.

United punya rekor jelek, kalah delapan kali dari 13 pertandingan di Ibu Kota Inggris. Di semua kompetisi, United juga belum pernah menang di Stamford Bridge sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada akhir musim 2012-2013.

Stamford Bridge adalah stadion yang pernah memuja Mou. Dia bahkan bertekad tak akan merayakan gol secara berlebihan apabila United menang malam ini.

“Saya akan mengendalikan diri karena saya menghormati stadion dan suporter yang mendukung saya selama bertahun-tahun,” ujar dia sebagaimana dilansir Manchester Evening News, Jumat.

Jika menang, Mou berjanji tetap kalem. Namun, jika kalah dan akhirnya kehilangan pekerjaan, putaran karier Mou hanya di sekitar United dan Chelsea: memulai dan mengakhiri karier di Inggris dengan kemenangan The Blues atas Red Devils.