Preview Chelses Vs United: Pertunjukan Sarrismo

Maurizio Sarri - Reuters/Matthew Childs
20 Oktober 2018 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, berkeinginan menyaksikan klubnya bermain indah. Cita-cita itu baru kesampaian sejak Chelsea ditangani Maurizio Sarri, awal musim ini.

Sejak diakuisisi Abramovich pada awal 2000-an, Chelsea memang sudah identik dengan gelar. Manajer  Jose Mourinho berperan besar dalam transformasi The Blues dari tim semenjana hingga bergelimang mahkota sejak didatangkan ke Stamford Bridge pada 2004. Namun, dua kali menangani Chelsea, Mourinho tidak benar-benar memuaskan ambisi Abramovich yang menginginkan permainan The Blues bermain menyerang. Mourinho lebih dikenal sebagai pelatih dengan strategi parkir bus. Chelsea juga tidak mampu meninggalkan kesan sebagai tim defensif ketika dibesut Antonio Conte pada dua musim terakhir.

Barulah sejak Sarri tiba di London Barat pada awal musim ini, citra permainan Chelsea yang pragmatis berubah menjadi ofensif. Di Napoli, gaya permainan Sarri itu mendapat julukan Sarrismo. Sedangkan di Inggris, beberapa media menjulukinya Sarri-ball.

Sarrismo ini yang bisa jadi akan memberi pelajaran bagi Mourinho ketika mendampingi Manchester United ke markas Chelsea, Stamford Bridge, London, Sabtu (20/10) pukul 18.30 WIB (disiarkan langsung RCTI).  “Saya suka tipe permainan seperti ini. Ini benar-benar berbeda dibandingkan saat era Conte atau Mourinho. Kami semua lebih banyak menguasai bola, jadi bagiku ini bagus,” jelas winger Chelsea, Eden Hazard, seperti dilansir sports.yahoo.com, Jumat (19/10/2018).

Hazard merupakan salah satu pemain Chelsea yang berkembang pesat di tangan Sarri. Meski bukan striker murni, kapten Timnas Belgia itu mendulang tujuh gol dalam delapan laga Liga Premier musim ini. Hazard sekaligus menempatkan dirinya sebagai top scorer sementara dan menutupi kelemahan striker-striker Chelsea yang seret gol awal musim ini.

Skenario Pertahanan

United pun harus mempersiapkan benteng pertahanan kuat untuk membendung mantan anak buah Mourinho. Kabar buruknya, pertahanan tim berjuluk Setan Merah tidak stabil. Gawang David de Gea kebobolan 14 gol dalam delapan laga Liga Premier musim ini. Jumlah itu hampir empat kali lipat dari gol kebobolan Manchester City dan Liverpool yang masing-masing kemasukan empat gol. Lantas bagaimana skenario pertahanan United untuk bisa membendung Hazard?

“Saya punya ide untuk man-marking [ke Hazard], saya ingat manajer Sir Alex Ferguson [mantan pelatih United] ketika memintaku membendung [Lionel] Messi dan Barcelona. Caranya sederhana: buat Hazard mendapat bola seminim mungkin,” ujar mantan bek United, West Brown, seperti dilansir standard.co.uk.

Mourinho sendiri berharap besar pada Paul Pogba, Alexis Sanchez, dan Anthony Martial untuk menyelamatkan nasibnya di Old Trafford. Ketiga pemain itu mendapat ruang bebas untuk berkreativitas ketika membawa United bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menggebuk Newcastle United 3-2 sebelum jeda internasional.

Sumber : JIBI/Solopos