Bek Tengah Prancis Sakit Hati karena Prancis Jadi Juara Dunia

Laurent Koscielny - Reuters/Alan Walter
17 Oktober 2018 23:45 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Bek Arsenal Laurent Koscielny pensiun dari Timnas Prancis dan menceritakan bagaimana kesuksesan negaranya menjadi juara Piala Dunia 2018 lebih menyakitkannya daripada cedera yang dialaminya.

Koscielny tidak masuk skuat Prancis yang menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia pada Juli lali akibat mendapatkan cedera achilles ketika membela Arsenal saat berhadapan dengan klub La Liga Spanyol Atletico Madrid di semifinal Liga Europa pada Mei.

Pemain berusia 33 tahun itu, yang mempunyai 51 caps bersama Les Bleus, kemudian menulis surat sebagai bentuk dukungan kepada rekan-rekannya yang berjuang di Rusia dan kemudian menjadi juara.

Koscielny berurai air mata saat mengumumkan pengunduran dirinya dan penyeselan besar dalam karier profesionalnya. Dia sebenarnya ingin Prancis gagal di Piala Dunia.

“Saya pikir saya telah memberikan semua yang saya mampu untuk tim Prancis. Prancis adalah generasi elok dengan para pemain hebat. Sekarang Les Bleus sudah berakhir bagi saya,” ungkapnya dalam wawancara dengan Canal+ yang dikutip Scoresway.

“Saya akan selalu menjadi pendukung Prancis karena tetap menjadi tim yang mewakili negara kami, tetapi saya tidak akan mengenakan jersey biru,” tuturnya.

“Saya ingin Prancis menang di Piala Dunia, tapi pada saat bersamaan saya ingin mereka kalah. Ini egois, tapi inilah hidup. Beberapa orang mengatakan ‘Apa maksudmu ingin Prancis kalah?’ tapi itulah perasaan saya saat itu. Kemenangan Prancis secara psikologis lebih berdampak daripada cedera saya.”

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia