Indonesia U-16 Bisa Kalahkan India U-16 asal Pemain Tak Individualis

Amiruddin Bagus Kahfi, tak perlu terlalu banyak menggiring agar serangan Indonesia tidak mubazir. - Antara/Media PSSI
27 September 2018 17:25 WIB Moh. Khodiq Duhri & Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia U-16 tinggal butuh hasil seri untuk bisa lolos ke perempat final Piala AFC U-16. Lawan terakhir Garuda Asia di penyisihan Grup C adalah India. Di atas kertas, hasil seri tak sulit didapat.

Kemenangan besar dengan skor 7-0 yang diraih Korea Selatan U-16 atas Afganistan U-16, Selasa (25/9/2018), menjadi alarm bahaya bagi Indonesia U-16. Hitung-hitungannya seperti ini. Indonesia dan India kini sama-sama mengoleksi empat angka dari dua laga.

Rival kedua tim, Iran dan Vietnam baru mengumpulkan satu angka. Jika di laga terakhir fase grup di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (27/9/2018) malam pukul 20.45 WIB, Indonesia dan India imbang, kedua tim lolos ke delapan besar. Nilai mereka sama-sama lima dan tak mungkin terkejar oleh Vietnam atau Iran.

Namun, persoalan bakal pelik karena dua tim dari Grup C akan bersua dua tim dari Grup D di perempat final. Saat ini ada tiga tim yang punya peluang lolos dari Grup D, yakni Korea, Irak, dan Australia. Korea punya peluang terbesar dengan enam angka dari dua kemenangan.

Australia dan Irak sama–sama punya tiga angka. Peluang Australia lebih besar karena di laga terakhir hanya bertemu Afganistan, sedangkan Irak kudu meladeni Korea.

Bila tidak ingin bertemu Korea yang hampir pasti memuncaki klasemen akhir Grup D, Garuda Asia wajib menang atas India.

Korea tampil menggila di Piala AFC U-16 kali ini. Sebelum melumat Afganistan, Korea mengalahkan Australia dengan skor 3-0. Di atas kertas, Korea tidak akan kesulitan untuk menundukkan Irak yang sebelumnya dikalahkan Australia dengan skor 0-1.

Apabila Indonesia mampu menang atas India, tim besutan pelatih Fakhri Husaini ini akan bertemu runner up Grup D yang kemungkinan besar dihuni Australia.

Tidak seperti Australia senior yang selalu menjadi langganan Piala Dunia, Joeys, julukan Australia U-16, bukan tim kuat di Asia.

Jika bisa tampil disiplin dan para pemain tak individualis seperti kala ditahan Vietnam, Indonesia bisa mengalahkan India. Pada pertandingan menghadapi Vietnam, serangan Indonesia kerap mejan karena ujung tombak Amiruddin Bagus Kahfi nyaris selalu kehilangan bola saat memaksakan diri untuk mendribel.

“Kami sudah berlatih lebih kencang untuk menaikkan stamina. Semua pemain sudah siap tampil dan kami berupaya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. India tak bisa dianggap enteng. Mereka sukses mengalahkan Vietnam dengan skor 1-0 di laga pertama dan bermain imbang melawan Iran. Peluang kami sama. Namun, tentu kami ingin mengambil kemenangan dari laga ini,” ujar Fakhri seperti dilansir dari pssi.org, Rabu (26/9/2019).

Jika mampu lolos ke perempat final dan mengalahkan Australia atau Irak atau Korea, Indonesia bakal mencetak sejarah. Anak asuh Fakhri Husaini bakal menjadi Timnas Indonesia pertama di era pasca-kemerdekaan yang bisa melaju ke Piala Dunia, baik senior maupun junior.

Piala Dunia U-17 2019 akan berlangsung di Peru, 5-27 Oktober. Turnamen ini bakal diikuti 24 tim dari enam konfederasi. Tim Asia diberi jatah empat yang diambil dari semifinalis Piala AFC U-16 2018.

India yang sama-sama punya peluang besar melaju ke perempat final tak kalah optimistis.

“Kami semakin percaya diri sebagai satu unit. Saya berharap kami dapat melanjutkan pertandingan kami berikutnya dengan Indonesia [dengan hasil maksimal]. Mereka adalah tim kuat yang mengalahkan Iran. Melawan Indonesia tidak akan menjadi pertandingan yang mudah,” kata Pelatih India U-16 Bibiano Fernandes sebagaimana dikutip dari the-afc.com, Rabu.

“Mereka memiliki pemain yang fit dan sangat kuat dalam serangan, tetapi kami akan menunjukkan seberapa bagus kami di pertandingan ketiga dan terus berjuang selama sampai 90 menit.”