Liga 1 Dihentikan, PS Tira Tetap Latihan

Pelatih PS Tira Nil Maizar bersama pemain PS Tira Ganjar Mukti saat berbicara dengan awak media di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (29/7/2018). - Harian Jogja/Jumali
26 September 2018 16:31 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara resmi telah mengirimkan surat kepada kontestan Liga 1 2018 terkait dengan penghentian kompetisi, Rabu (26/9/2018).

Dalam surat keputusan PT LIB bernomor 272/LIB/IX/2018 disebutkan jika kompetisi Liga 1 2018 dihentikan sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Meski demikian, PS Tira tetap menggelar latihan dan mempersiapkan tim untuk menghadapi Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 2018.

"Sore ini kami latihan di lapangan YIS [Yogyakarta Independence School]. Meski sudah ada pernyataan jika kompetisi sementara dihentikan, namun kami tetap gelar latihan," kata pelatih PS Tira Nil Maizar kepada Harianjogja.com, Rabu (26/9/2018) siang.

Mantan pelatih Semen Padang dan Timnas Indonesia tersebut menambahkan, latihan dilakukan untuk menjaga kebugaran pemain, usai timnya meraih satu poin di kandang Bali United beberapa waktu lalu. Selain menjaga kebugaran dan melakukan pembenahan taktik, latihan tersebut digelar sebagai persiapan menghadapi lanjutan Liga 1 2018 melawan Bhayangkara FC.

"Untuk agenda uji coba selama dua pekan dihentikan, kami masih menunggu kejelasan kepastian tanggal dilanjutkannya kompetisi. Sementara kami fokus latihan dan memperbaiki kekurangan yang ada," ucap Nil.

Disinggung mengenai keuntungan yang didapatkan oleh PS Tira karena kompetisi dihentikan sementara selama dua pekan, Nil mengakui hal tersebut cukup menguntungkan. Hal ini mengingat, ada dua pemain PS Tira yang kini masih dibekap cedera. Kedua pemain tersebut adalah Manahati Lestusen dan Jeon Woo Young. Diharapkan dengan sisa waktu yang ada, keduanya sudah siap ditampilkan saat menjamu Bhayangkara FC.

"Keduanya masih kami pantau. Harapan tentunya keduanya bisa kami tampilkan saat menghadapi pertandingan selanjutnya," kata Nil.

PS Tira sendiri sampai pekan ke-23 masih berada di zona merah (peringkat ke-16) dengan 25 poin, satu poin di atas Perseru dan sang juru kunci PSMS dengan 23 poin.

Terpisah, Sekretaris PS Tira Yandri kepada Harianjogaj.com, mengungkapkan, dengan sisa 11 pertandingan yang saat ini masih ada, pihaknya optimistis The Young Warriors masih berpeluang lolos dari jerat degradasi. Hal ini menyusul penampilan PS Tira yang mulai membaik dalam beberapa pertandingan terakhir. Usai menekuk Persebaya Surabaya 2-0 di Gelora Bung Tomo, PS Tira harus menelan kekalahan 1-2 di kandang dan meraih hasil imbang 1-1 di kandang Bali United di pertandingan pekan ke-23.

"Kami masih optimistis tim kami masih bisa bertahan di Liga 1. Kompetisi masih panjang. Memang kendala utama saat ini adalah masalah kestabilan penampilan mereka, namun dengan sisa waktu yang ada kami yakin masih bisa finish di papan tengah," terangnya.