Advertisement

Melawan Kosta Rika, Neymar Tak Boleh Terlalu Banyak Menggiring

Chrisna Chaniscara
Jum'at, 22 Juni 2018 - 17:25 WIB
Budi Cahyana
Melawan Kosta Rika, Neymar Tak Boleh Terlalu Banyak Menggiring Neymar merayakan gol. - Reuters/Andrew Yates

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Satu-satunya hal yang mencuri perhatian dari Neymar di laga pembuka Piala Dunia 2018 hanyalah potongan rambut barunya. Sindiran itu dilontarkan Squawka.com seusai menyaksikan permainan striker asal Brasil itu saat melawan Swiss. Alih-alih mencetak gol dan mempersembahkan kemenangan, Neymar yang kini memiliki rambut ala mi warna kuning keemasan justru tampil di bawah standar.

Sejumlah fans Brasil bahkan menuding Neymar hanya ingin cari perhatian dengan bermain individualis ketimbang membantu tim. Gara-gara permainan egoisnya, Neymar harus menerima 10 kali pelanggaran dari pemain Swiss, jumlah pelanggaran yang sama seperti yang dilakukan beberapa tim secara keseluruhan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Kapanpun bola datang pada dirinya, ia melambatkan permainan. Terlepas apakah itu hal yang benar untuk dilakukan atau tidak,” sindir legenda Timnas Prancis, Marcel Desailly, seperti dilansir The Guardian, Kamis (21/6/2018).

Desailly tak menampik Neymar adalah pemain hebat di level klub maupun timnas. Namun talenta tersebut terkadang membuat sang pemain terlalu percaya diri untuk bisa mengubah pertandingan. Menurut dia, Neymar tak bisa selamanya berpikir seperti itu di level internasional. “Anda harus berpikir secara kolektif,” tukas eks kapten Les Bleus ini.

Laga kedua Grup E Piala Dunia 2018 melawan Kosta Rika bisa menjadi ladang introspeksi bagi Neymar untuk lebih melebur ke dalam tim. Saat melawan Swiss, pemain yang akrab disapa Ney itu sebenarnya diberi keleluasaan untuk menjelajah lapangan. Namun striker 26 tahun ini malah tujuh kali kehilangan bola karena terlalu lama mengolah si kulit bundar. Dia juga berulangkali membuat serangan tim ngadat karena kerap dilanggar pemain lawan.

Meski demikian, Neymar tetap mendapat pujian dari rekan setimnya, Philippe Coutinho. “Ketika dia bermain, itu adalah bantuan besar. Dia adalah lelaki berani yang selalu menghadapi lawan, selalu mencoba membuat kesempatan,” tutur Coutinho.

Neymar sendiri sempat menderita cedera lutut pada sesi latihan Selasa (19/6/2018). Dia hanya bertahan beberapa menit di lapangan sebelum menepi sambil berjalan pincang. Namun striker yang mengemas 55 gol dari 86 caps bersama Selecao itu diyakini bakal pulih sepenuhnya saat laga kontra Kosta Rika, Jumat (22/6/2018) malam WIB. Dia dikabarkan sudah kembali berlatih pada Rabu (20/6/2018). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Indonesia Selamat dari Degradasi Piala Davis 2023

Olahraga
| Senin, 06 Februari 2023, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement