Soal PSIM, Begini Bunyi Sanksi FIFA untuk PSSI

FIFA
27 April 2018 16:00 WIB Galih Eko Kurniawan Sepakbola Share :

Harianjogja.com, ZURICH—Komite Disiplin FIFA diketahui menggelar pertemuan untuk menghasilkan beberapa sanksi, salah satunya untuk induk organisasi sepak bola Indonesia, PSSI, pada Kamis (19/4/2018). Berbarengan dengan Indonesia, ada nama-nama klub seperti Sporting CP dari Portugal dan Celta Vigo dari Spanyol yang juga kena sanksi.

Mengutip putusan Komite Disiplin FIFA, begini bunyi sanksi untuk PSSI. The Football Association of Indonesia has been sanctioned with a fine of CHF 30,000 for failing to deduct points from six of its affiliated clubs as established in several decisions of the FIFA Disciplinary Committee passed as a result of said clubs breaching art. 64 of the FIFA Disciplinary Code (failure to respect decisions passed by the FIFA Dispute Resolution Chamber).

“FIFA memberi sanksi denda sebesar CHF 30.000 atau sekitar Rp427 juta. PSSI mendapat sanksi dari FIFA karena dinilai melanggar pasal 64 dari Kode Disiplin FIFA terkait implementasi sanksi FIFA terhadap beberapa klub karena tunggakan gaji oleh klub-klub tersebut terhadap beberapa mantan pemain asingnya,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dikutip dari laman PSSI, Jumat (27/4/2018).

Selanjutnya, PSSI akan meminta pertimbangan putusan atau Grounds of Decision ke FIFA sebelum mengkaji apakah diperlukan langkah untuk mengajukan banding terhadap putusan FIFA tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga; CAS.

Sebanyak enam klub masih dinilai bermasalah karena tidak mampu membayar denda dan akhirnya harus dihukum dengan pemotongan poin. Terkait dengan hal ini, PSSI sudah menjalankan hukuman dengan memotong poin dua klub Liga 1 pada 2017, yakni Persegres dan Madura United. Sementara untuk klub Liga 2 dan Liga 3, PSSI baru berencana mengimplementasikan hukuman pada musim ini. Ketiga klub itu yakni PSIM Jogja di Liga 2 serta Persepam Madura dan Persik Kediri di Liga 3.

Pertimbangan PSSI melakukan pemotongan poin pada musim 2018 karena skema kompetisi Liga 2 tahun lalu sangat kompleks (terdiri dari beberapa round babak yang masing-masing secara umum dilaksanakan dalam group stage) dan akan sangat mengganggu stabilitas kompetisi waktu itu. Jadi solusinya, ketiga klub tersebut akan dikurangi poinnya masing-masing pada awal musim 2018 di klasemen liga tempat klub-klub tersebut bernaung.

“Soal implementasi pemotongan poin di awal musim 2018 sudah dikomunikasikan ke klub dan FIFA, sebagai bukti komitmen PSSI menjalankan putusan tersebut. Sayangnya tidak ada respons lebih lanjut dari FIFA dan dilanjutkan pembahasannya di Komite Disiplin sampai berujung pada diberikannya sanksi denda ini,” ujar Tisha.