Setelah Dikurangi 9 Poin, Utang Gaji dan Bunga Wajib Dibayarkan Oleh PSIM Jogja

Dua pemain asing PSIM Jogja Kristian Adelmund dan Emile Linkers bergoyang usai Kristian Adelmund mencetak satu gol ke gawang Persitema Temanggung di Stadion Bumipala Temanggung, 2012 silam - Harian Jogja/Jumali
26 April 2018 13:28 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA -- Nasib nahas dialami oleh PSIM Jogja jelang laga melawan Madura FC di babak reguler Liga 2 2018 Grup Timur, Kamis (26/4/2018) sore. Laskar Mataram harus menerima sanksi berupa pengurangan 9 poin dari operator kompetisi.

Hal ini menyusul tidak dibayarkannya tunggakan gaji terhadap tiga pemain asal Belanda, Lorenzo Rimkus, Emile Linkers, dan Kristian Adelmund yang sempat membela PSIM 2012 silam.

Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa yang dikonfirmasi, Kamis (26/4/2018) mengakui, pihaknya telah menerima surat berisi keputusan pengurangan 9 poin. Surat langsung ditandatangani oleh Chief Executive Officer PT LIB Risha A Widjaya, bernomor 153/LIB/IV/2018 tertanggal 25 April 2018. Dalam surat tersebut disebutkan sanksi dijatuhkan berdasar tindak lanjut dari surat sengketa yang sebelumnya dilayangkan pada PSIM perihal sengketa ketenagakerjaan yang disampaikan FIFA melalui Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha.

"Sesuai dengan keputusan FIFA Disciplinary Committee sebagaimana dijelaskan dalam surat PSSI maka klub PSIM Jogja dihukum pengurangan poin sebanyak 9 poin di kompetisi Liga 2 2018," kata Risha dalam surat tersebut.

Menurut Jarot atas keputusan itu pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, sejauh ini manajemen sudah berusaha untuk melunasi tunggakan sebesar Rp700 juta dan bunga sebesar 5 persen terhitung sejak 2014. Namun karena terbatasnya waktu, besaran tunggakan tersebut tidak bisa terpenuhi.

"Kami terima sanksi tersebut. Kami sudah berusaha," terang Jarot.

Terancam didegradasi ke Liga 3

Jarot mengungkapkan saat ini manajemen telah mendapat sponsor guna membantu pembayaran tunggakan tersebut. Sebab, meski mendapatkan sanksi pengurangan 9 poin, PSIM masih harus membayar tunggakan gaji dan bunga.

"Jika tidak kami langsung terdegradasi. Sekarang kami sudah mendapatkan sponsor untuk itu. Dan kami harapkan hal ini [pengurangan 9 poin] tidak akan berpengaruh terhadap mental pemain," harap Jarot.

Menurut Jarot, dengan adanya sanksi pengurangan 9 poin, mau tidak mau saat ini skuat asuhan Erwan Hendarwanto harus mendapatkan poin di setiap laga. Sebab, jika tidak, meski sudah membayarkan denda dan bunga dan terhindar dari ancaman degradasi, PSIM masih berpeluang degradasi jika gagal mendulang poin sebanyak-banyaknya.

"Kami wajib meraih poin sebanyak-banyaknya untuk mengganti pengurangan 9 poin. Tidak ada pilihan lainnya, kami juga harus menanggung dosa dari PT NPI [Nirwana Persada Indonesia] yang saat itu menangani PSIM," terang Jarot.