PSS SLEMAN : Jeda Ramadan, Pelatih PSS Khawatirkan Penurunan Penampilan

22 Mei 2017 07:21 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSS dikhawatirkan mengalami penurunan penampilan

Harianjogja.com, SLEMAN -- Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 2 2017 untuk meliburkan kompetisi kasta kedua di Tanah Air dipastikan berdampak pada penampilan PSS Sleman.

Skuat Super Elang Jawa-julukan PSS yang sedang dalam tren peningkatan dikhawatirkan mengalami penurunan penampilan dan antiklimak akibat berhentinya kompetisi karena bulan Ramadan.

"Ini yang saya khawatirkan. Kami sedang dalam tren positif," kata pelatih PSS Freddy Mulli, kepada Harianjogja.com, Jumat (19/5/2017) siang.

Oleh karena itu, pelatih kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan ini pun harus memutar otak dan menyusun ulang program untuk Busari dan kawan-kawan. Sebab, PSS baru menjalani lima kali pertandingan dari total 14 kali pertandingan.

Artinya, jika tidak ada penjagaan dan perawatan terhadap tren positif, maka dikhawatirkan laga terdekat yakni menjamu PSGC pada Rabu (5/7/2017) mendatang, skuat PSS akan mengalami penurunan penampilan.

Dari statistik lima laga yang telah dijalani oleh PSS sebelum jeda Ramadan terlihat, rata-rata Busari dan kawan-kawan mampu mencetak gol pada menit ke-52. Sedangkan Passing Sukses per laga 233, 75 passing gagal, dan passing sukses 74 per laga.

Sementara untuk tendangan ke gawang, para punggawa PSS mampu mencatatkan 4 kali per laga, dan 5 tendangan melenceng, serta 3 kali tendangan pojok.

"Untuk itu saya sudah programkan. Nanti selama Ramadan kami hanya akan latihan pada sore hari dengan materi 40 persen pada peningkatan fisik dan sisanya lebih kepada taktik serta strategi. Semoga cara ini bisa menjaga penampilan anak-anak," sambung Freddy.

Selain melakukan perbaikan secara teknis, eks pelatih Persebaya ini juga telah menjadwalkan sebanyak tiga laga uji coba baik melawan tim lokal maupun selevel. Langkah ini dilakukan agar sentuhan bola dan penampilan dari Busari CS tetap terjaga.

"Pengennya melawan tim Liga 1, tetapi tidak memungkinkan. Mereka juga bermain selama Ramadan. Kami cari selevel yang beda grup, karena kami tidak ingin selama Ramadan ada penurunan penampilan anak-anak," paparnya.