PSIM JOGJA : Jeda Ramadan, Gelar Banyak Ujicoba

Para pemain PSIM memilih duduk di pinggir lapangan dan menunggu giliran pada laga uji coba antara PSIM melawan UAD di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (24/3/2017) sore. (Jumali/JIBI - Harian Jogja)
22 Mei 2017 04:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja memastikan bakal menggelar banyak uji coba untuk mengisi jeda kompetisi Grup 3 Liga 2 2017

Harianjogja.com, JOGJA -- PSIM Jogja memastikan bakal menggelar banyak uji coba untuk mengisi jeda kompetisi Grup 3 Liga 2 2017. Langkah ini dilakukan agar performa para punggawa Laskar Mataram tetap terjaga selama Ramadan.

"Di samping itu, banyaknya uji coba pada jeda kompetisi ini akan kami gunakan untuk melakukan pembenahan skuat," ujar pelatih PSIM Erwan Hendarwanto, Jumat (19/5/2017).

Berdasarkan statistik yang ada, dari lima laga yang telah dijalani, PSIM tampil dominan dalam penguasan bola. Ahmad Taufik dan kawan-kawan mencatatkan mampu melakukan penguasan bola rata-rata per pertandingan 50,12%, di mana penguasan bola tertinggi terlihat saat menjamu Persebaya dengan 62,3%.

Sementara dari ketajaman, PSIM masih harus banyak melakukan pembenahan. Tercatat selama lima pertandigan, PSIM rata-rata melakukan tembakan ke gawang sebanyak 5 kali per pertandingan, dengan jumlah tembakan terbanyak adalah saat melawan Persebaya dan Martapura FC.

Sedangkan dari akurasi tembakan, PSIM mencatatkan 4,8 kali melenceng setiap pertandingan, adapun tembakan paling banyak melenceng adalah saat melawan Madiun Putra dengan 7 kali tembakan melenceng.

Masuk ke kemampuan mencetak gol dan kebobolan, dari statistik yang ada, PSIM mencatat mampu mencetak total 8 gol dari lima laga dengan total kebobolan 7 gol. Dari jumlah tersebut, gawang PSIM justru lebih banyak kebobolan pada pertengahan babak pertama.

Hal ini terlihat dari lima pertandingan terakhir, di mana gawang PSIM jebol rata-rata pada  menit ke-33,7. Adapun menit kebobolan tercepat dialami oleh PSIM saat dijamu oleh Persatu yakni menit ke-22.

Adapun gol PSIM dicetak rata-rata pada menit ke-46 atau satu menit usai peluit awal babak kedua. Dari total 8 gol yang dilesakkan, gol tercepat PSIM dilesakkan pada menit ke-29 sat melawan Persinga Ngawi di kandang.

Melihat catatan statistik tersebut, Erwan mengakui bahwa pihaknya masih lemah dalam konsentrasi, transisi dan penyelesaian akhir. "Kami memang menguasai pertandingan, tapi masih lemah dalam tiga hal tersebut. Inilah yang harus kami benahi. Nanti akan banyak uji coba di jeda Ramadan," paparnya.

Meski memastikan memperbanyak laga uji coba pada bulan Ramadan, namun pelatih asal Magelang ini belum bisa mengungkapkan apakah nantinya laga uji coba selama jeda kompetisi akan dilakukan dengan tim selevel atau mengoptimalkan latih tanding dengan tim lokal DIY. "Nanti kami koordinasikan dengan manajemen," ucapnya.