Suporter PSIM Jogja Sayangkan Sikap Panpel

Para pemain PSIM melakukan latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja, Kamis (19/1/2017) pagi. (Jumali/JIBI - Harian Jogja)
16 Mei 2017 00:40 WIB Jumali Sepakbola Share :

Permohonan maaf kepada Bonek atas penolakan tersebut

Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok-kelompok suporter PSIM Jogja menyayangkan sikap Panitia Pelaksana pertandingan PSIM Jogja yang melarang suporter Persebaya Surabaya, Bonek, menonton laga PSIM melawan Persebaya di Stadion Sultan Agung, Bantul, Kamis (18/5/2017).

Baca juga : http://www.harianjogja.com/baca/2017/05/15/psim-jogja-bonek-kecewa-dengan-keputusan-panpel-816941">PSIM JOGJA : Bonek Kecewa dengan Keputusan Panpel

Pelaksana Tugas Ketua The Maident Rendy Agung Prasetya menyayangkan sikap Panpel yang menolak kedatangan Bonek dalam pertandingan PSIM melawan Persebaya.

Namun, dia memaklumi keputusan Panpel dilakukan untuk menyelamatkan laga tersebut. “Kami [Maident] bahkan sudah merencanakan dapur umum untuk kawan-kawan Bonek,” ungkapnya, Senin (15/5/2017).

Nada kekecewaan juga dilontarkan oleh Wakil Presiden DPP Brajamusti, Hadi. Dia bahkan mengucapkan permohonan maaf kepada Bonek atas penolakan tersebut. Pada prinsipnya, Brajamusti sangat terbuka dengan kedatangan Bonek.

Karena itu, Hadi berharap hal ini tidak mempengaruhi hubungan antara Brajamusti dan Bonek. “Sulit bagi kami [Brajamusti]. Satu sisi kami juga tak ingin pertandingan jadi korban, di sisi lain, kami juga merasa tidak enak dengan saudara-saudara kami [Bonek],” paparnya.

Panpel PSIM diketahui melarang suporter Persebaya Surabaya, Bonek, datang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, di laga PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya, Kamis (18/5/2017). Pelarangan ini dilakukan oleh Panpel PSIM sebagai bentuk tanggung jawab dan juga menindaklanjuti permintaan warga di sekitar kandang Persiba Bantul tersebut yang menolak kehadiran Bonek.

“Keputusan berat namun harus diambil. Bukan PSIM menolak Bonek tetapi warga yang menolak. Pertimbangan inilah yang menjadi dasar kami menolak kedatangan suporter Persebaya. Kami harapkan semua pihak paham,” kata Ketua Panpel PSIM, Brustam Iswanto.