PENGADANGAN SUPORTER : Warga Singosaren Tegaskan Tak Terlibat

Massa berkumpul di kawasan Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Minggu (7/5/2017). Massa itu diketahui bukan merupakan warga Singosaren. (JIBI/Harian Jogja - Arief Junianto)
08 Mei 2017 18:44 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

Massa yang berkumpul di sekitar Pasar Desa Singosaren ketika itu bukanlah warga Singosaren

Harianjogja.com, BANTUL—Pemuda Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan membantah keterlibatan mereka dalam aksi pengrusakan yang dilakukan massa di sekitar Ring Road Selatan, Desa Singosaren, Minggu (7/5/2017) lalu.

Ketua Karang Taruna Jaya Kusuma Desa Singosaren, Hanggar Cahyo Nugroho, mengaku telah menggelar investigasi khusus terkait dengan dugaan keterlibatan warga Singosaren dalam insiden tersebut. Dari keterangan beberapa saksi mata, massa yang berkumpul di sekitar Pasar Desa Singosaren ketika itu bukanlah warga Singosaren.

“Salah satu anggota kami [karang taruna] yang punya warung di sekitar lokasi, tak mengenal satu pun orang dari massa itu,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (8/5/2017). Anggotanya yang lain sempat menjadi korban dari ulah massa itu.

Diakuinya, kayu bakar, mangkok dan beberapa barang dagangannya sempat dijarah oleh massa untuk mereka jadikan senjata. “Itulah sebabnya, kami berniat meluruskan pemberitaan media massa yang menyebutkan keterlibatan warga kami. Ini menyangkut nama baik Singosaren,” ucapnya.

Kepala Polres Bantul Ajun Komisaris Besar Polisi Imam Kabut Sariadi menegaskan sejauh ini Polres sudah menetapkan dua orang yang diduga bagian dari kelompok suporter PSIM Jogja. Keduanya yang masing-masing warga Bantul dan Kulonprogo itu awalnya diamankan Polsek Banguntapan atas kepemilikan senjata tajam.

Selain dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Polres telah memeriksa dua orang lainnya dan satu orang di antaranya menjalani proses mediasi di Polsek Imogiri. “Dia [satu orang yang diperiksa] terlibat sebagai provokator saat terjadi kerusuhan di Siluk, Imogiri,” tuturnya.

Pada Minggu (7/5/2017) lalu merupakan agenda pertandingan Persis Solo melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Bantul. Dari data Polres Bantul, tindakan anarkistis sempat terjadi di beberapa titik, mulai dari Piyungan, Banguntapan hingga Imogiri.