LIGA 2 2017 : Salah buang bola, Persiba Susul PSS Sleman kalah di laga Perdana

Kiper PSIR Yogi Eko Prabowo berebut bola dengan pesepak bola Persiba pada laga Grup 4 Liga 2 di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (22/4/2017) sore. (Jumali/JIBI - Harian Jogja)
23 April 2017 07:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Liga 2 2017, Persiba dan PSS Sleman menuai kekalahan

Harianjogja.com, BANTUL -- Laga perdana Liga 2 2017 kembali belum berpihak kepada tim DIY. Setelah PSS Sleman dikalahkan PSCS 0-1 di Stadion Maguwoharjo, 19 April lalu, kini giliran saudara tuanya, Persiba Bantul bernasib sama.

Tim berjuluk Laskar Sultan Agung, harus takluk 0-1 dari tim tamu PSIR Rembang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (22/4/2017) sore. Gol semata wayang Laskar Dampo Awang-julukan PSIR dicetak oleh Kresno Hadi pada menit ke-35.

Atas hasil ini, Persiba tidak hanya gagal meraih poin penuh, namun juga mematahkan rekor selalu memang atas PSIR dan selalu memang di laga perdana.

Bermain di hadapan ribuan penonton, Slamet Widodo dan kawan-kawan langsung tampil mendominasi sejak awal babak pertama. Meski menguasai lini tengah, kreasi serangan dari Persiba masih belum banyak terlihat. Alhasil, serangan yang dibangun melalui Johan Manaji pun selalu kandas saat berhadapan dengan lini belakang PSIR.

Di sisi lainnya, serangan balik cepat yang diperagakan oleh PSIR justru lebih efektif menciptakan peluang mengubah kedudukan untuk tim tamu. Puncaknya, pada menit ke-35, Putut Jati-kiper Persiba harus memungut bola dari gawangnya setelah Kresno Hadi menempatkan bola di pojok kanan gawang.

Kresno yang lepas dari kawalan pemain belakang Persiba langsung menyambar bola backhill dari pemain PSIR lainnya di kotak penalti. Skor 1-0 untuk tim tamu.

Tertinggal donasi gol, Persiba mencoba menyerang. Namun lagi-lagi minimnya kreasi penyerangan membuat serangan Persiba selalu kandas saat berhadapan dengan pemain belakang PSIR. Skor 0-1 untuk keunggulan PSIR bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pelatih Persiba mencoba memasukkan beberapa pemainnya, di antaranya Junaidi. Namun lagi-lagi keberanian para pemain menembus kotak penalti masih minim. Alhasil, tak banyak peluang tercipta dari para pemain Persiba. Hingga tiga menit waktu tambahan, skor 0-1 untuk PSIR tetap bertahan.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengaku tidak menyangka jika timnya mampu meraih kemenangan pada laga kali ini. Sebab, para pemain PSIR sempat mogok selama tiga hari menjelang laga perdana. Selain itu pihaknya juga hanya menargetkan meraih satu poin pada laga ini.

"Persoalan antara manajemen dan PT membuat pemain mogok. Pemain juga belom digaji, mereka belum tanda tangan kontrak. Hasil ino diluar dugaan kami," katanya.

Menurut Hadi, salah satu faktor kenapa pemainnya mampu memenangkan pertandingan kali ini adalah konsentrasi dan organisasi pertahanan. Meski mengalami banyak persoalan, para pemain PSIR tetap profesional dan tampil optimal pada laga ini.

"Kami sendiri terinspirasi dari kemenangan PSCS. Ini modal bagi kami sebelum bertemu Persipur di kandang," tambahnya.

Sementara pelatih Persiba Purwanto Suwondo mengungkapkan masalah mental sangat berpengaruh pada laga perdana kali ini. Selain gugup, para pemain juga terlihat tegang pada pertandingan kali ini. Alhasil, semua strategi yang digunakan gagal dijalankan. Para pemain juga terlihat tidak berani melakukan umpan terobosan maupun menembus kotak penalti lawan.

"Ini yang membuat mereka tampil tak optimal. Kami tidak bisa bantu apa-apa kalau sudah masalah mental," katanya.

Sementara mengenai gol dari PSIR, Purwanto melihat hal itu kesalahan dari lini belakang skuatnya. Akibat menurunnya mental tanding, membuat lini belakang Persiba gagal membuang bola dan jatuh ke barisan penyerangan PSIR.

"Dan itu sudah masuk skill individu dalam membuang bola sehingga dimanfaatkan oleh pemain PSIR. Tak ada mental tanding membuat mereka salah mengumpan," tandas Purwanto.