ISC B 2016 : Bermain Babak Tambahan, Ini Kelemahan PSS

Pemain PSS Sleman Dave Mustaine berusaha menghindari tackling dari pemain Bhayangkara U-21 pada lag uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (25/11/2016) sore. Uji coba digelar oleh PSD sebagai persiapan menghadapi Perserang pada babak 8 besar ISC B 2016 di Stadion Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, 9 Desember mendatang. (Harian Jogja - Jumali)
15 Desember 2016 03:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016, PSS melenggang ke final.

Harianjogja.com, JEPARA -- PSS Sleman berhasil memenuhi ambisinya lolos ke final ISC B 2016, usai mengalahkan Perssu dengan skor 2-1 pada babak semifinal di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Rabu (14/12/2016) sore.

(Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/14/isc-b-2016-gol-busari-pada-babak-tambahan-hantarkan-pss-lolos-ke-final-776516">ISC B 2016 : Gol Busari pada Babak Tambahan Hantarkan PSS Lolos ke Final)

PSS langsung tampil menyerang sejak menit pertama. Namun, sejumlah peluang gagal mengubah kedudukan. Dave Mustaine mendapatkan peluang melalui tendangan langsung, tetapi gagal dikonversikan menjadi gol.

Sementara, Perssu yang lebih banyak tertekan bukan berarti memilih bermain bertahan total. Beberapa kali serangan balik dari Perssu sempat merepotkan barisan pertahanan PSS. Hingga akhir babak pertama kedudukan tetap 0-0 untuk kedua kesebelasan.

Masuk babak kedua, Perssu langsung tampil menekan. Kini, giliran tekanan ketat dilakukan oleh lini tengah tim Kuda Terbang ke barisan pertahanan PSS. Beruntung, penyelesaian akhir dari para pemain Perssu tidak menemui sasaran.

Usaha Perssu baru menemui hasil setelah 20 menit laga pada babak kedua berjalan. Berawal dari salah antisipasi Waluyo, Nanang Aspirin yang berdiri bebas langsung melesakkan bola ke gawang Agung Prasetya. 1-0 untuk Perssu.

Tertinggal 1-0 membuat para pemain PSS langsung mempergakan permainan menyerang. Tak sampai di situ, Seto Nurdiyantoro pun menarik Tri Handoko dan memasukkan Dicky Prayoga. Masuknya Dicky berdampak pada pola serangan.

PSS baru mampu menyamakan kedudukan 10 menit usai gol Nanang Aspirin melalui Chandra Waskito. Pemain asal Solo ini berdiri bebas dan mengirim bola hasil umpan pantul dari Rizky Novriansyah ke gawang Perssu. Skor 1-1 untuk kedua kesebelasan bertahan hingga akhir babak kedua.
Babak Tambahan

Memasuki babak tambahan pertama, PSS pun langsung tampil menekan. Alhasil, menit ke-97, PSS berhasil menggandakan kedudukan sekaligus mengubah skor menjadi 2-1 melalui Busari. Busari dengan sigap menjebol gawang Perssu melalui sundulan kepala usai menerima umpan silang dari Dicky Prayoga. Skor 2-1 bertahan hingga akhir tambahan babak pertama.

Masuk babak tambahan kedua, Perssu yang tertinggal donasi gol langsung tampil menyerang. Tekanan ketat diperagakan oleh lini tengah Perssu ke pertahanan PSS. Beruntung, penyelesaian akhir Nanang Aspirin dan kawan-kawan buruk, sehingga skor 2-1 untuk keunggulan PSS bertahan hingga akhir babak tambahan kedua.

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengaku puas dengan hasil. Meski sempat mengalami masalah dengan statisnya permainan pada babak pertama, Busari dan kawan-kawan mampu tampil lepas serta maksimal pada babak kedua.

"Oleh karena itu saya berharap agar penampilan kali ini bukan klimak dan mampu diteruskan saat final, 17 Desember mendatang," harap Seto usai pertandingan.

Mengenai kegagalan mencetak cleansheet dan harus bermain pada babak tambahan, pelatih asal Kalasan ini menandaskan bahwa kelemahan komunikasi menjadi masalah utama kenapa skuatnya sampai kebobolan satu gol.

"Untuk tambahan babak, memang kami dipaksa untuk memainkannya. Mudah-mudahan fisik anak-anak cepat pulih, karena kami tidak punya waktu banyak untuk memulihkan," ungkap Seto.