ISC B 2016 : Rama dan Oya Kemungkinan Ditinggal

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara, Yogyakarta, Kamis (19/03 - 2015).
07 Desember 2016 07:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 untuk pertandingan terdekat, dua pemain masih dalam kondisi sakit.

Harianjogja.com, SLEMAN — Dua pemain PSS Sleman, Rama Yoga dan Oya Winaldo kemungkinan tidak akan dibawa ke Stadion Bumi Kartini, Jepara saat Super Elang Jawa berlaga melawan Perserang, Banten pada babak 8 besar ISC B 2016, Jumat (9/12/2016) malam.

Hal ini terjadi karena sampai kemarin sore, kedua pemain ini masih dalam kondisi belum bugar dan fit.

“Yoga dan Oya masih kami pantau sampai sore ini. Semua pemain juga kami pantau sore ini, tinggal siapa nanti yang siap,” ujar Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro, Selasa (6/12/2016).

Oya mengalami cedera usai bertabrakan dengan pemain belakang Persita Tangerang di Stadion Singaperbangsan, Karawang, pada laga terakhir di babak 16 besar. Usai mendapatkan perawatan, eks pemain PSIM Jogja ini sebenarnya kondisi kesehatannya sudah mulai membaik.

Namun, benturan dengan salah satu pemain Bhayangkara U-21 pada laga uji coba beberapa waktu lalu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, membuat cedera Oya kambuh. Sementara Rama Yoga juga mengalami nasib dengan Oya, bedanya, ia mengalami cedera saat laga uji coba kontra Persija Jakarta.

Menanggapi absennya kedua pemain tersebut, Seto kemungkinan akan memaksimalkan Deny Rumba dan Crah Eka Angger. Selain itu, masih ada Bagas Adi yang bisa diposisikan sebagai bek sayap.

Berdasarkan statistik yang ada, Eka Angger adalah bek sayap yang banyak melakukan giringan. Dari 76% giringan, 54 % di antaranya sukses. Sementara sukses pasing per pertandingan yang dihasilkan oleh pemain bernomor punggung 5 ini mencapai 25 persen. Angger juga mencatatkan rata-rata intersep setiap kali diturunkan.

Sedangkan Deny Rumba, akurasi passing sejauh ini mencapai 78% dengan tingkat kesuksesan mencapai 23%. Soal clerances, eks pemain PSIS Semarang ini mencatatkan 3 kali per pertandingan. Namun, intersept yang dilakukan rata-rata per pertandingan hanya satu kali.

Meski demikian, sampai kemarin, Seto masih enggan mengungkapkan 18 pemain yang akan dibawa bertolak dari Sleman ke Jepara. Pelatih asal Kalasan, Sleman ini mengaku masih akan melihat kondisi terakhir pemain sebelum bertolak dari Sleman, pagi ini.

“Kita lihat nanti kondisi terakhir. Sore ini kami masih punya sekali latihan. Ini akan saya maksimalkan untuk latihan dan melihat kondisi mereka,” ucap Seto.