ISC B 2016 : 8 Algojo Penalti Disiapkan PSS

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara, Yogyakarta, Kamis (19/03 - 2015).
06 Desember 2016 04:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 menyiapkan delapan pemain andalan

Harianjogja.com, SLEMAN — PSS Sleman menyiapkan sebanyak 8 pemain menjadi algojo penalti jelang menghadapi Perserang Serang, Banten pada babak delapan besar Indonesian Soccer Championship (ISC B) 2016 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jumat (9/12/2016) malam.

“Ini kami lakukan untuk mengantisipasi jika nantinya laga berakhir dengan adu penalti,” kata Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro kepada Harianjogja.com, Senin (5/12/2016) siang.

Pelatih asal Kalasan ini menambahkan, latihan menendang penalti sebenarnya sudah dipersiapkan sejak pekan lalu. Pada laga uji coba melawan PSS U-17 di Stadion Tridadi, Sleman, ada delapan punggawa PSS yakni Waluyo, Dave M, Riski, Eko P, Busari, Angger, Bagas dan Dirga Lasut  bertugas untuk mengeksekusi tendangan pada sesi adu penalti. Dari kedelapan pemain tersebut, hanya Dave yang gagal mengeksekusi bola dari titik putih.

“Oleh karena itu, kami maksimalkan lagi latihannya nanti. Kami masih ada kesempatan untuk berlatih,” sambung Seto.

Selain menyiapkan penendang pada adu penalti, para pemain Perssu juga menjalani latihan dengan waktu lebih lama, yakni pertandingan hingga perpanjangan waktu. Upaya ini, terang Seto, sebagai antisipasi agar Busari dan kawan-kawan tidak lagi kaget jika ada perpanjangan waktu. Di sisi lain, Seto juga terus memaksimalkan kebugaran pemainnya dengan menggelar latihan fisik.

“Semua kami upayakan dan maksimalkan,” sambung Seto.

Sementara disinggung mengenai strategi khusus untuk mengantisipasi kondisi lapangan becek saat melawan Perserang, pelatih berlisensi B AFC ini mengaku tidak melakukan antisipasi khusus. Seto kemungkinan lebih memaksimalkan lini kedua untuk mencetak gol sebagai antisipasi penumpukan pemain dari Perserang saat kedua kesebelasan berjumpa.

Dari statistik yang ada, sejauh ini PSS lebih diunggulkan daripada Perserang. Produktivitas mencetak gol tidak hanya diperlihatkan lini depan PSS dengan 7 gol, namun juga di lini tengah. Hal ini dibuktikan dengan lima gol yang diciptakan dari lini tengah. Dari kelima gol tersebut, dua di antaranya dicetak oleh Busari.

“Oleh karena itu kami maksimalkan potensi yang ada. Anak-anak harus bermain sabar dan fokus nantinya,” ucap Seto.