Stadion Maguwo Hanya Untuk Uji Coba dan Pertandingan

01 Desember 2016 08:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Stadion Maguwo tidak untuk latihan.

Harianjogja.com, SLEMAN -- Keinginan Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro agar ada latihan malam menjelang melakoni babak 8 besar ISC B melawan Perserang di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, 9 Desember mendatang kian sulit terealisasi.

Sebab, UPT Stadion Maguwoharjo mengisyaratkan tidak akan memberikan izin kepada PSS untuk menggelar latihan malam di stadion tersebut. UPT hanya akan mengizinkan PSS memakai kandangnya tersebut untuk laga uji coba dan pertandingan resmi.

"Jika diperuntukkan latihan tidak boleh. Sesuai Perda tidak boleh. Sejauh ini, saya juga belum ada komunikasi dengan manajemen PSS untuk penggunaan stadion dalam waktu dekat," ujar Kepala UPT Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sumadi kepada Harianjogja.com, Rabu (30/11/2016) siang.

Menurut dia, keberadaan Perda Kabupaten Sleman No.3/2016 telah jelas diatur bahwa Stadion Maguwoharjo tidak diperuntukan untuk latihan tim sepak bola. Hal ini juga telah diketahui oleh manajemen PSS, yang akhirnya lebih memilih berlatih di Lapangan Mino, Plosokuning.

Adapun jika mengacu pada Perda Kabupaten Sleman No.12/2010 tentang Retribusi Penggunaan Sarana Olahraga disebutkan bahwa besaran retribusi untuk lapangan sepak bola di Stadion Maguwoharjo bervariasi.

Untuk pertandingan masa kompetisi dan menggunakan lampu besaran retribusi adalah Rp25 juta per pertandingan, turnamen di malam hari senilai Rp15 juta per pertandingan dan uji coba dengan menggunakan lampu sebesar Rp5 juta per pertandingan.

"Kecuali, ada dispensasi dari Bupati Sleman," tandas Sumadi. Pilihan Terakhir

Terpisah, Manajer PSS Arif Juliwibowo mengungkapkan pilihan menggelar latihan ataupun uji coba di Stadion Maguwoharjo, pada malam hari menjelang babak 8 besar adalah pilihan terakhir.

Sejauh ini, manajemen masih mengupayakan agar rencana menggelar laga uji coba di luar kandang bisa terlaksana sebelum berjumpa Perserang di Jepara, Jawa Tengah.

Awalnya, manajemen PSS membidik dua tim di ISC A sebagai lawan uji coba, yakni Persija Jakarta dan Bhayangkara FC.

Namun, padatnya jadwal kedua kesebelasan membuat keinginan itu pupus. Begitu juga dengan komunikasi dengan salah satu peserta babak 8 besar Liga Nusantara 2016, PSN Ngada belum menemui kejelasan.

"Sampai kini pun kami masih mencari. Kami upayakan segera dapat lawan," ucap Arif.

Sementara, Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro berharap keinginannya agar Busari dan kawan-kawan bisa latihan malam serta melakoni satu kali laga uji coba bisa direalisasikan oleh manajemen. Sebab, kedua program itu penting sebagai persiapan akhir menjelang melawan Perserang.

"Apalagi kita main malam. Namun, keputusan saya serahkan ke manajemen," ucap pelatih asal Kalasan ini.